Surabaya, CNN Indonesia --
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menyampaikan pesan keras untuk memerangi aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kian meresahkan di wilayahnya. Ia menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tembak di tempat bagi pelaku curanmor.
Pernyataan ini disampaikan Luthfie saat membuka gelaran Bazar Ranmor di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (21/1). Dalam acara tersebut, sebanyak 1.050 unit sepeda motor hasil sitaan dipamerkan untuk dikembalikan kepada pemilik sahnya.
"Saya sudah perintahkan ke Satreskrim. Sudahlah tidak usah ragu-ragu. Pada para Kapolsek, enggak usah ragu-ragu. Pelaku curanmor yang membahayakan keselamatan petugas, membahayakan masyarakat. Tembak saja," kata Luthfie dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga memberikan ancaman kepada pelaku curanmor yang masih berkeliaran di Surabaya. Luthfie mengultimatum agar para bramacorah tersebut untuk berhenti. Jika tidak, maka konsekuensi tembak di tempat akan menghantui.
"Para pelaku curanmor, saya ingatkan sekali lagi ya. Polrestabes Surabaya akan melakukan tindakan keras. Karena para pelaku yang masih melakukan aksi curanmor ini. Hentikan. Berhenti. Atau kami yang menghentikan kalian," ucapnya.
Tindakan tegas ini, kata Luthfie, semata-mata ialah untuk memberikan perlindungan kepada warga Surabaya yang sudah sangat resah terhadap aksi curanmor di kotanya.
"Sekali lagi ini untuk menjamin pada warga masyarakat yang sudah begitu resah dengan adanya curanmor ya. Rasanya tidak pernah berhenti dari hari ke hari," kata dia.
Lebih lanjut, Luthfie mengungkapkan dalam satu tahun belakangan, pemberantasan sindikat curanmor menjadi prioritas pihaknya. Upaya ini membuahkan hasil signifikan dengan ratusan pelaku yang berhasil diringkus.
"Ya, ini adalah dalam kurun waktu 1 tahun ini memang saya prioritaskan dalam 1 tahun ini terutama sama untuk curanmor, saya perintahkan seluruh jajaran untuk terus menjadi prioritas pengungkapannya dan Alhamdulillah sampai dengan saat ini 540 kasus yang kita tangani terkait curanmor dan untuk pelakunya total ada 470 yang sudah kita proses dan kendaraan secara keseluruhan ini ada 1050 unit," kata dia.
Tak hanya tindakan tegas, Luthfie juga memerintahkan para kapolsek untuk lebih aktif melakukan langkah preventif melalui patroli rutin setiap malam guna mengedukasi warga terkait keamanan parkir.
"Saya perintahkan kapolsek untuk setiap malam keliling, mengingatkan warga yang parkir motor di luar dan tidak kunci ganda, untuk parkir di tempat yang lebih aman," kata fia.
Bazar Ranmor sendiri berlangsung hingga 30 Januari 2026. Luthfie menjamin proses pengambilan kendaraan oleh masyarakat sama sekali tidak dipungut biaya, asalkan pemilik dapat menunjukkan bukti kepemilikan yang sah.
Setidaknya ada 1.050 unit sepeda motor hasil sitaan yang dipamerkan di Bazar Ranmor tersebut, untuk dikembalikan kepada pemilik sahnya. Kendaraan-kendaraan tersebut berasal dari hasil pengungkapan kasus curanmor, razia balap liar, hingga pelanggaran lalu lintas lainnya.
"Saya berulang kali sampaikan bahwa ini pelayanan kepolisian dan ini tidak ada biaya apapun alias gratis. Silakan barangkali yang penasaran, silakan ditanyakan langsung kepada masyarakat yang mengambil kendaraannya, apakah ada biaya, kecuali dengan tilang, terutama razia," kata dia.
(frd/isn)

3 hours ago
1
















































