Ligaolahraga.com -
Berita Tinju : Conor Benn dijadwalkan menjalani debutnya di Zuffa Boxing dengan menghadapi Regis Prograis dalam waktu dekat. Pertarungan tersebut akan menjadi salah satu laga menarik dalam kartu pertandingan yang juga menampilkan duel utama antara Tyson Fury dan Arslanbek Makhmudov.
Menjelang pertarungan itu, Josh Taylor ikut memberikan komentarnya. Taylor tentu bukan sosok asing bagi Prograis karena keduanya pernah bertemu di atas ring pada 2019 dalam duel unifikasi gelar dunia kelas super ringan di The O2 Arena.
Dalam pertarungan tersebut, Taylor berhasil menang melalui keputusan mayoritas atas Prograis yang saat itu masih belum terkalahkan. Kemenangan itu menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan Taylor menuju status juara dunia tak terbantahkan di kelas super ringan.
Kini, lebih dari enam tahun setelah pertarungan tersebut, Taylor menilai performa Prograis tidak lagi sama seperti masa puncaknya. Petinju berjuluk “Rougarou” itu dinilai tampil kurang meyakinkan dalam beberapa laga terakhirnya.
Prograis diketahui menjalani empat pertarungan terakhir melawan Danielito Zorrilla, Devin Haney, Jack Catterall, dan JoJo Diaz. Dari empat laga tersebut, ia hanya mampu meraih dua kemenangan dan menelan dua kekalahan.
Dalam waktu sekitar empat minggu lagi, Prograis yang kini berusia 37 tahun akan naik ke berat tangkapan 150 pon untuk menghadapi Benn. Meski memiliki rekam jejak yang lebih mentereng, ia tetap dianggap sebagai pihak yang kurang diunggulkan dalam pertarungan tersebut.
Taylor mengaku cukup heran dengan keputusan Benn memilih Prograis sebagai lawannya.
“Saya rasa ini langkah yang agak aneh. Conor Benn meninggalkan Matchroom karena ingin menjalani pertarungan besar dan memperebutkan gelar dunia,” kata Taylor.
“Lalu dia justru menghadapi Regis Prograis yang, dengan segala hormat, menurut saya sudah lama melewati masa terbaiknya. Beberapa penampilan terakhirnya juga tidak terlalu bagus.”
Meski begitu, Taylor tetap mengakui bahwa Prograis masih merupakan petinju berkualitas di level dunia, hanya saja tidak lagi berada di performa terbaiknya seperti beberapa tahun lalu.
Menurut Taylor, Benn tetap difavoritkan untuk memenangkan pertarungan tersebut. Namun ia juga menilai Prograis masih memiliki peluang untuk memberikan perlawanan sengit.
“Sampai batas tertentu, saya masih memberi peluang bagi Regis Prograis. Dia bisa membuat pertarungan menjadi tidak nyaman dan mencoba bertinju lebih taktis,” ujarnya.
Taylor juga menilai bahwa secara teknik, Prograis sebenarnya lebih baik dibanding Benn. Namun faktor usia, ukuran tubuh, serta kondisi performa saat ini bisa menjadi kendala besar bagi petinju asal New Orleans tersebut.
“Regis mungkin petinju yang lebih baik secara teknik, tetapi dia petinju 140 pon, secara tinggi juga lebih kecil, dan sudah melewati masa terbaiknya. Conor seharusnya menang, tetapi saya rasa dia tetap akan menghadapi beberapa masalah di dalam ring,” tambah Taylor.
Pertarungan Conor Benn melawan Regis Prograis dijadwalkan menjadi laga pendukung utama dalam ajang Fury vs Makhmudov yang akan digelar di Tottenham Hotspur Stadium pada 11 April. Seluruh rangkaian pertandingan tersebut rencananya akan disiarkan secara langsung melalui Netflix.
Artikel Tag: dana white, josh taylor, matchroom boxing, conor benn, regis prograis
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/josh-taylor-soroti-laga-conor-benn-vs-regis-prograis-di-zuffa-boxing

6 hours ago
6

















































