Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Joao Fonseca ingin berada di bagian undian yang sama dengan Novak Djokovic dan keinginannya telah terwujud di French Open musim 2026, di mana keduanya akan saling berhadapan di babak ketiga.
Petenis peringkat 30 dunia melaju ke babak ketiga French Open setelah bangkit dari ketertinggalan dua set untuk menumbangkan petenis berkebangsaan Kroasia, Dino Prizmic dengan 3-6, 4-6, 6-3, 6-1, 6-2.
Petenis berkebangsaan Brazil kini menjadi petenis remaja ketiga abad ini yang memenangkan pertandingan di Grand Slam setelah kalah di dua set pertama dan menjadi petenis pertama melakukannya sejak petenis berkebangsaan Australia, Thanasi Kokkinakis pada musim 2015. Petenis remaja lain yang menorehkan pencapaian tersebut adalah Roger Federer pada musim 2001.
Petenis berusia 19 tahun selanjutnya akan menghadapi petenis berkebangsaan Serbia, Djokovic. Itu akan menjadi pertemuan pertama mereka di turnamen ATP. Petenis berkebangsaan Brazil pun menggambarkan pertandingan yang akan datang sebagai 'kesenangan besar' saat ia mengejar kemenangan pertamanya atas petenis peringkat 10 besar pada musim ini.
“Saya selalu mengatakan kepada pelatih saya, saya ingin berada di undian yang sama dengan Novak karena saya tahu kariernya tidak akan berlangsung lama. Saya hanya ingin memiliki pengalaman ini dalam hidup saya,” seru Fonseca kepada wartawan.
“Saya hanya akan menikmatinya. Bagi saya, berada di babak ketiga French Open adalah sebuah mimpi. Saya akan menikmati setiap momen bermain melawan idola, petenis terbaik sepanjang masa dalam olahraga ini.”
Petenis berusia 19 tahun baru melakoni French Open sebanyak dua kali. Musim lalu, ia mengalami peningkatan peringkat yang cukup pesat setelah ia memenangkan turnamen ATP level 250 di Buenos Aires dan turnamen ATP level 500 di Basel. Awal musim ini, ia menjadi petenis ketiga dari negaranya yang mencapai perempatfinal turnamen Masters 1000 di Monte Carlo.
“Semoga saya bisa menampilkan pertandingan yang hebat. Tentu saja, saat melangkah ke lapangan, saya akan menghormatinya, tetapi saya akan berusaha melakukan yang terbaik dan memenangkan pertandingan itu,” tambah Fonseca.
“Saya rasa kehadiran Novak di olahraga ini adalah suatu kehormatan. Ia menginspirasi saya. Ia menginspirasi generasi berikutnya dan generasi sebelumnya. Jadi, ya, saya rasa itu saja.”
Petenis berkebangsaan Brazil memiliki kemampuan untuk menciptakan kejutan jika ia mampu mempertahankan konsistensi dan meminimalkan kesalahan sendiri. Ada juga pertanyaan yang masih belum terjawab mengenai performa Djokovic saat ini setelah keterlambatannya memulai musim clay-court karena cedera.
Tanpa kemenangan di permukaan tersebut sebelum bermain di Paris, petenis berkebangsaan Serbia telah kehilangan satu set dalam dua pertandingan pertamanya melawan Giovanni Mpetshi Perricard dan Valentin Royer.
Mantan petenis peringkat 1 dunia juga harus menghadapi pasukan penggemar Brazil, yang terkenal sangat bersemangat ketika Fonseca bermain. Bahkan, di Roma, ia memohon kepada mereka untuk lebih menahan diri.
“Saya pikir potensi dan kualitasnya sebagai petenis sudah jelas, tidak diragukan lagi,” komentar Djokovic tentang Fonseca. “Ia mendapat dukungan besar dari penggemar Brazil di mana pun ia berada.”
“Saya pikir ia petenis di panggung-panggung besar. Ia benar-benar menyukai kesempatan itu dan senang bermain di sesi malam. Ia memainkan pertandingan yang luar biasa melawan Jannik Sinner di Indian Wells. Ia menang melawan Andrey Rublev di Australia. Jadi, ia pastinya bisa meningkatkan levelnya di kesempatan besar dan menembakkan pukulan-pukulan keras.”
Artikel Tag: novak djokovic, french open, joao fonseca
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/joao-fonseca-nantikan-duel-panas-kontra-novak-djokovic-di-paris

4 hours ago
6

















































