Jenderal Maruli Bantah TNI Ikut Urusi Begal

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membantah lembaganya terlibat dalam penertiban begal yang kini sangat meresahkan masyarakat.

Maruli mengatakan informasi yang tepat adalah begal kini mulai takut terhadap keberadaan TNI di tengah masyarakat.

"Enggak, siapa yang ngurus begal? Nggak ada yang ngurus begal. Begal itu jadi takut karena ada tentara, gitu lho. Bukan ngurus-ngurusin. Ada tentaranya di tempat situ, karena ada begal, liat tentara, nggak jadi. Kayak gitu," ujar Maruli usai rapat kerja di Komisi I DPR, Rabu (10/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, TNI dalam kasus tersebut hanya mengerjakan hal-hal yang tak terjangkau lembaga atau kementerian. Termasuk di antaranya keterlibatan TNI dalam pengelolaan sampah hingga pertanian.

Maruli misalnya menyebut keterlibatan TNI dalam sejumlah projek di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Karena nilai proyeknya tidak besar, namun proses pengerjaannya sulit, TNI bisa terlibat.

"Karena nilai project-nya nggak besar, tapi pekerjaannya perlu transportasi yang luar biasa," kata dia.

Dia misalnya menyontohkan salah satu projek di Pulau Nias senilai Rp200 juta. Menurut Maruli, projek tersebut tak melibatkan TNI sejak awal. Namun, karena membutuhkan pengerjaan ekstra, TNI dibolehkan membantu.

"Jadi nggak bukannya project itu diambil duluan baru kita milih, nggak. Yang tidak bisa dilakukan baru kita lakukan," kata dia.

(thr/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |