Jelang French Open, Aura Juara Iga Swiatek Tetap Terasa

6 hours ago 6

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Polandia, Iga Swiatek bukan juara bertahan French Open, tetapi ia masih seorang legenda di Grand Slam clay-court tersebut.

Bagaimana cara membangun kembali aura? Jika ada petenis putrai yang berpotensi menjawab pertanyaan itu pada musim 2026, ia adalah petenis berkebangsaan Polandia yang telah empat kali menjuarai French Open.

Pada waktu yang sama musim lalu, mantan petenis peringkat 1 dunia akan memulai upaya untuk menjadi petenis putra pertama yang memenangkan empat gelar French Open berturut-turut sejak legenda Suzanne Lenglen mencapai prestasi tersebut dari musim 1920 sampai musim 1923.

Satu musim kemudian, ia memasuki arena dengan kondisi yang sangat berbeda. Faktor intimidasi yang diciptakan oleh petenis yang telah mengoleksi enam gelar Grand Slam selama rezimnya yang tanpa ampun sebagai ratu clay-court – rekor keseluruhan 40-3 sejak debutnya di Paris pada musim 2019 dan 14 set yang dimenangkan dengan skor 6-0 – telah berkurang.

Namun tidak sepenuhnya hilang.

Petenis berusia 24 tahun masih menjadi petenis yang telah empat kali menjuarai French Open dan kekalahan sulitnya melawan Aryna Sabalenka yang mengakhiri rekor kemenangan beruntunnya di Roland Garros sebanyak 26 pertandingan di semifinal musim lalu adalah hal yang paling jauh dari pikirannya.

“Saya tidak terlalu memikirkan musim lalu. Itu tidak terlalu penting,” ungkap Swiatek.

Memang benar, undian tunggal putri mungkin terasa lebih terbuka daripada tiga musim sebelumnya, tetapi petenis berkebangsaan Polandia tetap menjadi petenis yang patut diperhitungkan.

Tanpa gelar turnamen clay-court sejak kemenangan terakhirnya di clay-court Paris pada Juni 2024, ia mengatakan pola pikirnya lebih didasarkan pada emosi internal, pasang surut kepercayaan diri yang seperti pergeseran tanah liat di bawah kakinya.

Musim lalu, keberuntungan tidak berpihak padanya, klaim petenis berkebangsaan Polandia.

“Turnamen saya di Roma seperti mandi air dingin dan saya terbangun kedinginan,” tutur Swiatek, menambahkan bahwa musim ini ceritanya benar-benar berbeda.

“Saya merasa buruk di lapangan yang berada di Roma, jadi, musim ini setelah beberapa pertandingan apik, ada getaran yang lebih positif. Senang rasanya memiliki beberapa pertandingan yang solid dan memulai turnamen dengan itu.”

Akankah kekuatan clay-court paling dominan di dunia tenis putri sejak Justine Henin dua dekade lalu kembali ke performa terbaiknya di dalam dua pekan terakhir? Ia lebih khawatir untuk tetap fokus dan berjuang untuk setiap poin.

Swiatek akan mengawali French Open musim ini dengan melawan petenis berkebangsaan Australia, Emerson Jones.

Artikel Tag: french open, aryna sabalenka, iga swiatek

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/jelang-french-open-aura-juara-iga-swiatek-tetap-terasa

Read Entire Article
Sports | | | |