Ligaolahraga.com -
Jai Opetaia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah mempertahankan status tak terkalahkan dan menyelesaikan tugas terdekatnya di atas ring.
Namun, juara dunia The Ring dan IBF kelas penjelajah itu mengakui bahwa pertarungan melawan David Benavidez akan sulit dihindari jika situasinya mengarah ke sana.
Petinju kidal asal Australia tersebut dijadwalkan menghadapi Brandon Glanton dalam debutnya bersama Zuffa Boxing, Minggu (8/8) malam waktu Las Vegas.
Jai Opetaia menolak membicarakan terlalu jauh soal rencana masa depan sebelum menuntaskan laga tersebut.
Meski begitu, ketika didesak dalam program “Inside The Ring” yang tayang di DAZN, Opetaia menyebut duel kontra Benavidez sebagai sesuatu yang masuk akal.
Terutama jika Benavidez berhasil mengalahkan Gilberto Ramirez dalam perebutan gelar WBA dan WBO kelas cruiserweight pada 2 Mei di T-Mobile Arena, Las Vegas.
“Menurut saya itu realistis, apalagi dia sekarang naik ke cruiserweight,” ujar Jai Opetaia. “Kalau dia bertarung untuk gelar dunia di divisi saya, kenapa tidak melawan juara dunia lainnya? Semua orang tentu ingin melihat siapa yang terbaik di divisi ini.”
Opetaia menilai akan aneh jika dirinya dan Benavidez tidak saling berhadapan, terutama bila Benavidez sukses menyatukan gelar.
“Kalau dia menang dan memegang sabuk WBO dan WBA, tidak masuk akal kalau kami tidak bertarung. Yang perlu saya lakukan hanya terus menang dan menjalankan tugas saya,” katanya.
Benavidez memang bukan bagian dari daftar petinju Zuffa Boxing, tetapi hal itu tidak dianggap sebagai hambatan besar dalam negosiasi potensial.
Petinju asal Phoenix itu memiliki hubungan kerja yang baik dengan Turki Alalshikh, sosok penting di balik proyek Zuffa Boxing dan pemilik The Ring.
Sebelum membahas duel unifikasi, Opetaia (29-0, 23 KO) lebih dulu harus melewati hadangan Glanton (21-3, 18 KO), petinju peringkat ke-10 kelas cruiserweight versi The Ring.
Berdasarkan bursa taruhan DraftKings, Opetaia difavoritkan dengan selisih jauh untuk menang dalam pertarungan 12 ronde yang akan disiarkan melalui Paramount+ dari UFC Apex.
Di sisi lain, Benavidez (31-0, 25 KO) juga lebih diunggulkan saat menghadapi Ramirez (48-1, 30 KO).
Saat ini Benavidez menempati peringkat kedelapan daftar pound-for-pound The Ring dan berpeluang menjadi juara dunia di divisi ketiga jika mampu menaklukkan Ramirez.
Meski nama Benavidez kerap disebut sebagai lawan potensial besar yang bisa meningkatkan popularitasnya, Opetaia menegaskan ia tidak mengejar ketenaran semata.
“Ketika orang melihat saya, mereka melihat Jai Opetaia sebagai salah satu petinju terbaik di dunia,” ujarnya. “Saya tidak mengejar nama besar demi popularitas. Saya mengejar status juara tak terbantahkan. Nama Benavidez masuk dalam pembicaraan karena dia bertarung untuk gelar cruiserweight. Kalau bukan itu, saya tidak peduli.”
Bagi Jai Opetaia, tujuan utamanya adalah menyatukan seluruh sabuk di kelas penjelajah dan mengukir warisan besar di dunia tinju.
Ia menyebut para juara sejati sebagai legenda olahraga dan ingin menempatkan namanya dalam daftar tersebut.
Artikel Tag: david benavidez, gilberto ramirez, jai opetaia
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/jai-opetaia-nilai-pertarungan-lawan-david-benavidez-tak-bisa-dihindari

5 hours ago
4

















































