Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Iga Swiatek dan Elena Rybakina berjuang keras demi memenangkan gelar turnamen WTA level 1000 pertama mereka pada musim 2026 ketika mereka bertemu di final Canadian Open, Toronto.
Pihak yang akhirnya menorehkan pencapaian tersebut adalah petenis berkebangsaan Polandia yang mengakhiri paceklik gelar yang berlangsung hampir selama satu musim setelah ia menumbangkan petenis berkebangsaan Kazakhstan, Rybakina dengan hasil yang cukup meyakinkan 6-2, 6-3 di final Canadian Open.
Petenis unggulan kedelapan belum memenangkan gelar lagi atau melenggang ke final sejak memenangkan gelar di Seoul pada bulan September musim lalu. Tetapi, hal tersebut tidak membuatnya pesimis setelah ia akhirnya berhasil memenangkan gelar turnamen WTA level 1000 ke-12 dalam kariernya di Toronto. Kini ia mencatatkan 26-5 di level turnamen WTA, termasuk 12-2 di final turnamen WTA level 1000.
Mantan petenis peringkat 1 dunia mengalahkan empat petenis peringkat 20 besar dalam perjalanan memenangkan gelar Canadian Open musim ini – Rybakina, Elina Svitolina, Diana Shnaider, dan Marta Kostyuk – untuk kali pertama sejak memenangkan gelar French Open musim 2024.
Juara Australian Open musim 2026, Rybakina telah menjadi ratu kebangkitan di sepanjang turnamen, tetapi ia tidak bisa mengatasi petenis unggulan kedelapan yang tampak penuh percaya diri dan berada dalam performa terbaiknya di sepanjang pekan.
“Saya tidak memiliki banyak energi. Saya berusaha sebaik mungkin, tetapi itu tidak cukup,” ungkap Rybakina. “Anda tidak bisa terus-menerus berada dalam posisi mengejar, terkadang anda harus benar-benar tancap gas sejak awal pertandingan. Sejauh ini bagi saya, situasinya selalu berupa upaya mengejar ketertinggalan. Kali ini, saya tidak berhasil membalikkan keadaan.”
Mantan petenis peringkat 1 dunia langsung mengambil alih kendali pertandingan di set pertama setelah petenis unggulan kedua melakukan pelanggaran ganda secara beruntun, sehingga petenis unggulan kedelapan mendapatkan peluang break di game pembuka. Petenis unggulan kedua dengan cepat memperbaiki kesalahan dan mempertahankan dua service game berikutnya.
Petenis unggulan kedua lalu mendapatkan dua peluang break point dengan kesempatan menyamakan kedudukan di set tersebut, tetapi petenis unggulan kedelapan merebut empat poin berturut-turut demi mempertahankan servisnya lewat perjuangan gigih dan merebut keunggulan 4-2, sebelum akhirnya ia menuntaskan set pertama yang ia dominasi sejak awal.
Rybakina mengawali set kedua dengan jauh lebih baik. Ia memenangkan dua service game pertamanya tanpa menghadapi peluang break point dalam upaya untuk bangkit kembali. Sayangnya, ia melakukan dua unforced errors dengan pukulan backhand di service game berikutnya, yang memberikan peluang break ketiga bagi Swiatek yang kemudian mengukuhkan keunggulan berkat peluang break tersebut dan hanya tinggal berjarak dua game lagi dari gelar juara Canadian Open.
Keduanya sempat saling mempertahankan servis hingga petenis berkebangsaan Polandia hanya tinggal membutuhkan satu game lagi untuk merebut gelar, dengan syarat ia harus kembali mematahkan servis lawan untuk memastikannya. Rybakina sempat menggagalkan peluang match point pertama untuk menjaga peluangnya tetap hidup, tetapi ia tidak mampu menahan laju petenis berkebangsaan Polandia yang akhirnya memastikan gelar juara pertamanya pada musim 2026 lewat pukulan backhand winner pada peluang match point kedua.
Swiatek kini telah mengoleksi 15 gelar juara di turnamen hard-court dan tidak terkalahkan dalam delapan final terakhirnya di lapangan tersebut.
Artikel Tag: canadian open, iga swiatek, elena rybakina
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/iga-swiatek-akhiri-paceklik-gelar-dengan-sabet-gelar-di-toronto

4 hours ago
2

















































