Jakarta, CNN Indonesia --
BMKG Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan isu prediksi gempa besar pada 15 Agustus pukul 09.00 WITA yang beredar di media sosial, adalah hoaks dan tidak memiliki dasar ilmiah.
"Informasi tersebut tidak benar atau hoaks," kata Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, dalam keterangan resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu menanggapi narasi yang beredar di medsos mengenai peringatan gempa susulan besar yang akan terjadi hari ini.
Arief mengatakan bahwa secara ilmiah gempa bumi sampai saat ini belum bisa diprediksi secara tepat baik waktu kejadian, lokasi, maupun kekuatan gempanya.
Dia menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada sekarang hanya mampu mendeteksi gempa setelah terjadi, kedalaman, parameter gempa, dan lokasi episenter, serta potensi tsunami apabila memenuhi syarat tertentu.
Dia menegaskan klaim soal prediksi gempa besar yang akan terjadi pada tanggal dan waktu tertentu, tidak memiliki dasar ilmiah dan bukan pernyataan resmi BMKG.
"Informasi resmi terkait gempa bumi, tsunami, dan fenomena geofisika lainnya disampaikan melalui kanal resmi BMKG secara cepat, tepat, dan akurat," ujarnya.
Masyarakat juga diminta tak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta meningkatkan literasi terhadap informasi kebencanaan.
Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7 mengguncang wilayah Pulau Flores, NTT, pada Sabtu pukul 05.58 WITA.
Berdasarkan informasi BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur atau sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.
(antara/dna)

6 hours ago
3
















































