Ligaolahraga.com -
Berita Golf - Yealimi Noh memanfaatkan putaran ketiga AIG Women's Open untuk mengubah jalannya turnamen sekaligus membuka peluang meraih gelar major pertamanya. Pegolf berusia 25 tahun itu menutup hari dengan keunggulan tiga pukulan setelah tampil tenang di tengah kondisi lapangan yang sulit di Royal Lytham & St. Annes.
Posisi tersebut sempat terasa mustahil bagi Noh. Saat memasuki hole ketujuh, ia masih tertinggal tujuh pukulan dari pemuncak klasemen sementara, Haeran Ryu. Namun, perubahan besar terjadi ketika Ryu mulai kehilangan ritme permainan, sementara Noh justru menemukan performa terbaiknya.
Noh mencatat tiga birdie beruntun di hole kesembilan, ke-10, dan ke-11 untuk memangkas selisih secara drastis. Ia kemudian menambah satu birdie lagi di hole ke-16 sehingga menutup putaran ketiga dengan keunggulan tiga pukulan atas Haeran Ryu, Jeeno Thitikul, Esther Henseleit, Lucy Li, dan Shiho Kuwaki.
Kebangkitan Noh menjadi salah satu kejutan terbesar pekan ini. Sebelum tampil di AIG Women's Open, performanya sepanjang musim belum menunjukkan tanda-tanda akan bersaing memperebutkan gelar major.
Ia hanya berhasil lolos cut dalam tujuh dari 14 turnamen LPGA Tour musim ini tanpa sekali pun finis di 10 besar. Bahkan, sebelum membuka turnamen ini dengan skor 67 atau empat di bawah par, Noh belum pernah mencatat ronde di bawah par dalam ajang stroke play LPGA sejak April.
Setelah gagal lolos cut di KPMG Women's PGA Championship dan Amundi Evian Championship, Yealimi Noh memutuskan kembali ke Amerika Serikat untuk memperbaiki permainannya sekaligus memulihkan kondisi mental.
Menurutnya, masa istirahat tersebut membuatnya kembali menikmati permainan golf tanpa terlalu terbebani hasil.
"Saya merasa lebih segar secara mental dan tidak terlalu tertekan saat berdiri di atas bola. Tunangan saya, Jackson Suh, terus mengingatkan bahwa golf seharusnya tetap menyenangkan," ujarnya.
Kini, situasinya berubah total. Dari pegolf yang hanya berharap bisa tampil kompetitif, Noh justru menjadi favorit menuju putaran final.
Meski demikian, ia menyadari tantangan sesungguhnya baru akan dimulai. Sepanjang karier profesionalnya, Noh baru mengoleksi satu kemenangan di LPGA Tour, belum pernah memimpin turnamen major setelah 54 hole, dan hanya dua kali finis di 10 besar ajang major.
Karena itu, ia memilih fokus pada satu ronde terakhir tanpa terlalu memikirkan hasil akhir.
"Saya ingin membayangkan kemenangan itu agar bisa mewujudkannya. Besok hanyalah satu ronde lagi. Semoga semuanya berjalan baik. Dalam golf memang tidak selalu mudah untuk tetap berpikir positif, tetapi visualisasi sangat penting," kata Noh.
Yealimi Noh akan memulai putaran final dengan keunggulan tiga pukulan atas kelompok pengejar. Jika mampu mempertahankan performanya, ia berpeluang mengakhiri musim yang sempat mengecewakan dengan cara paling manis, yakni mengangkat trofi major pertamanya di AIG Women's Open.
Artikel Tag: lpga, charley hull, evian championship, golf wanita, kpmg womens pga championship, haeran ryu, jeeno thitikul, yealimi noh
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/haeran-ryu-kolaps-di-putaran-ketiga-yealimi-noh-kuasai-aig-womens-open

3 hours ago
7

















































