Ligaolahraga.com -
Berita F1 datang dari akhir tahun 2025, ketika mimpi Isack Hadjar menjadi kenyataan. Debut musimnya yang impresif membawanya naik ke tim Red Bull, menggantikan posisi Yuki Tsunoda. Meski mengalami kecelakaan memalukan pada putaran formasi debut F1-nya di Grand Prix Australia, Hadjar berhasil mencetak poin di 11 dari 23 grand prix berikutnya. Puncaknya adalah naik podium di Zandvoort setelah finis ketiga di GP Belanda. Manajemen Red Bull melihat potensi besar dalam diri pembalap Prancis-Aljazair ini dan memberikan kesempatan emas tersebut.
Hadjar sangat bersemangat setelah pengumuman ini, namun ia juga sadar akan tantangan besar yang menanti di depannya. Max Verstappen telah menunjukkan dominasi luar biasa melawan rekan-rekan setimnya dalam beberapa tahun terakhir, dengan Tsunoda sebagai contoh terbaru. Musim lalu, Verstappen menunjukkan serangkaian penampilan mengesankan yang memungkinkannya bersaing untuk gelar juara hingga balapan terakhir di Abu Dhabi. Sebaliknya, Tsunoda hanya berhasil mengumpulkan 30 poin dalam 22 balapan.
Hadjar sering diperingatkan tentang persaingan internal yang akan datang dengan Verstappen di Red Bull, bahwa ia bisa dengan mudah "dihancurkan" oleh pembalap Belanda tersebut sebelum menyadarinya. Namun, Hadjar memasuki musim dengan menerima kenyataan bahwa ia akan menjadi yang kedua setelah Verstappen. Pertanyaannya adalah, seberapa besar selisih itu akan terjadi?
Apakah Regulasi Baru Akan Membantu Hadjar?
Hadjar tidak harus bersikap terlalu pesimis atau realistis, tergantung dari sudut pandang Anda. Ia memiliki keuntungan yang tidak dimiliki pendahulunya, yaitu perubahan peraturan besar di F1 dengan hadirnya mobil dan mesin baru, memberikan semua pembalap perjalanan penemuan baru. Adaptabilitas akan diuji di sini. Ini berarti Hadjar tidak akan mengendarai mobil yang sudah dikenal luar dalam oleh Verstappen. Keduanya memulai dari awal yang sama.
Seperti yang dibuktikan Sergio Pérez di masa lalu, ini adalah kesempatan untuk menyulitkan Verstappen. Pada 2022, saat dimulainya siklus regulasi sebelumnya, Pérez mampu menjaga kecepatan dengan Verstappen di awal musim. Hal ini membuatnya mendapatkan perpanjangan kontrak, dan akhirnya bertahan di Red Bull hingga 2024. Meski pada akhir 2022 Pérez berada pada posisi yang kurang menguntungkan, ia tetap melakukan apa yang diminta Red Bull dengan konsisten berada dalam selisih tiga persepuluh detik dari Verstappen, yang memungkinkannya berperan signifikan selama balapan. Jika Hadjar bisa melakukan hal yang sama pada 2026, Red Bull seharusnya merasa puas.
Adaptabilitas ke Sirkuit Baru
Hadjar juga membuktikan tahun lalu bahwa ia memiliki kecepatan murni yang diperlukan. Helmut Marko sering melihat kualitas penting "Verstappen" dalam diri pemuda berusia 21 tahun ini, yaitu kemampuan untuk langsung mendapatkan kecepatan selama sesi latihan bebas. Hadjar tidak membutuhkan banyak waktu untuk memaksimalkan mesin Racing Bulls-nya, bahkan ketika ia tidak mengenal trek, yang sering terjadi pada 2025. Hal ini menekankan adaptabilitas Hadjar, aset yang bisa sangat berguna pada 2026.
Mobil baru membutuhkan pendekatan yang berbeda. Dengan alat-alat baru yang tersedia, seorang pembalap harus berpikir di luar kotak untuk mendapatkan waktu putaran yang baik selama jarak balapan. Di sinilah Hadjar bisa memanfaatkan kualitasnya. Namun, apakah itu akan cukup untuk benar-benar menguji Verstappen masih harus dilihat. Faktanya, Hadjar hanya memiliki satu tahun pengalaman di F1, dan Verstappen tidak pernah memberi ampun pada rekan setimnya. Setidaknya bintang-bintang berpihak pada Hadjar di 2026. Kini tinggal bagaimana ia bisa memanfaatkan situasi tersebut.
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/hadjar-hadapi-tantangan-berat-lawan-verstappen-di-red-bull

1 day ago
3

















































