Gubernur NTT Ancam Pemda Usai Anak SD Bunuh Diri: Ada Uang Triliunan

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengaku akan menuntut pemerintah daerah (Pemda) jika peristiwa bunuh diri seperti yang dilakukan siswa SD di Ngada karena kesulitan ekonomi kembali terulang.

Ia menyayangkan peristiwa dugaan mengakhiri hidup sendiri BS (10), siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada diduga karena orang tua tidak mampu membeli buku untuk sekolah.

"Besok ada lagi model begini saya tuntut orang-orangnya. Kalau pun saya, maka saya siap tuntut. Kalau ada salah maka siap orang itu dituntut. Masa ada warga negara mati karena hal begini," kata Laka Lena mengutip detik.com, Kamis (5/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyayangkan peristiwa itu terjadi padahal banyak bantuan dari pemerintah pusat mengalir ke NTT, termasuk program pengentasan kemiskinan.

"Kami punya perangkat PKH, uang mengalir triliunan ke NTT urusan orang miskin masih ada yang mati urusan begini," ujarnya.

Singgung Prabowo akan marah

Menurut Melki, tragedi itu mencerminkan kegagalan pranata sosial dan sistem pemerintahan dalam melindungi warga yang paling rentan.

"Syukur ini diketahui publik setelah kami rakornas. Itu kejadian kalau Pak Prabowo tahu, mati kami dicincang. Pak Prabowo paling marah hal-hal begini. Ini kami tidak tau apa yang salah, tapi pranata sosial kami gagal, pemerintah kami juga sama," katanya.

Melki mengatakan akibat peristiwa itu, banyak menteri yang menghubunginya.

Ia menyebut kematian siswa SD di Ngada menjadi sorotan nasional karena dipicu persoalan kemiskinan, termasuk ketidakmampuan membeli alat tulis sekolah

"Saya sampai ditelepon oleh banyak menteri karena hal ini. Ini alarm untuk pemerintah karena banyak warga daerah yang hidup dengan kondisi serupa," kata Melki.

Lebih lanjut, ia juga mengkritik lambannya respons pemerintah daerah setempat. Ia mengaku menghubungi pimpinan daerah di Ngada, namun direspons lambat.

"Mati hanya karena miskin. Agak terganggu juga saya. Saya punya keluarga juga, tangan saya susah juga. Saya WA [whatsapp] pimpinan daerahnya lama juga merespons. Jadi saya minta orang saya sendiri turun cek," ujarnya.

Ia juga menyentil absennya kehadiran pemerintah daerah saat pemakaman korban.

"Pemerintah daerah harus segera mengurus makam anak tersebut. Kirim orang secara resmi dari Pemda Ngada, sebagai pemerintah kami gagal urus warga negara kalau begini. Malu saya sebagai Gubernur! Masa ada warga negara mati hanya gara-gara begini," kata Melki.

Seorang siswa SD ditemukan tewas tergantung di sebuah dahan pohon cengkeh, Kamis (29/1) pekan lalu. Tempat kejadian perkara itu berada tak jauh dari pondok tempat ia tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.

Dalam penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian menemukan sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada ibunda korban.

Dari pemeriksaan kepolisian, diduga sebelum ditemukan tewas tergantung, korban sempat meminta uang untuk membeli buku tulis dan pena kepada ibunya. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena ibundanya tidak memiliki uang yang cukup.

Baca berita lengkapnya di sini.

(yoa/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |