Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, TB Ace Hasan Syadzily, menegaskan ketahanan daerah merupakan bagian integral dari ketahanan nasional. Hal itu disampaikan saat menutup Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, Jumat (11/9).
"Saudara tidak hanya diajak memahami bagaimana mengelola pemerintahan daerah, tetapi juga bagaimana melihat daerah dalam perspektif yang lebih luas, bahwa daerah sebagai bagian integral dari sistem nasional dan sebagai bagian dari dinamika lingkungan strategis global," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/9).
Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama sembilan hari dengan memberikan pelbagai pembekalan strategis kepada para peserta. Pembekalan tersebut mencakup materi wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, kepemimpinan, hingga kemampuan teknokratik dalam pelayanan publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Materi teknokratik diajarkan secara daring oleh Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), National University of Singapore. Selain pembelajaran teori, peserta juga menjalani praktik lapangan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri RI.
Sebagai informasi, KPPD Angkatan IV diikuti oleh 23 kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari 18 bupati dan lima wali kota.
Bupati yang mengikuti kursus ini antara lain dari Raja Ampat, Sorong, Asmat, Waropen, Tolikara, Fakfak, Bangkalan, Magetan, dan Bulungan. Turut hadir pula kepala daerah dari Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Seram Bagian Barat, Simalungun, Siak, Kolaka, Konawe Selatan, Wakatobi, dan Sumba Timur.
Adapun lima wali kota yang mengikuti KPPD Angkatan IV yakni Wali Kota Tual, Wali Kota Pematangsiantar, Wali Kota Kupang, Wali Kota Banjarbaru, dan Wali Kota Banjarmasin. Para kepala daerah tersebut berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.
Ace berharap kursus ini dapat mencetak kepala daerah yang negarawan dan berpikir global. Ia juga berharap peserta memiliki kemampuan memimpin daerah yang berorientasi pada pelayanan terbaik bagi rakyat sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
Menurutnya, kursus ini juga bertujuan membentuk kepemimpinan yang memiliki cakrawala pandang jauh ke depan dan berwawasan global. Kepemimpinan tersebut diharapkan memiliki kemampuan strategis yang berlandaskan karakter kebangsaan kuat, sehingga mampu membawa daerahnya semakin maju dan inovatif.
"Kita ingin daerah-daerah di Indonesia maju, modern, inovatif, dan mampu berkompetisi secara global, tetapi tetap memiliki jati diri Indonesia. Semakin luas wawasan global kita, semakin kuat pula karakter kebangsaan yang harus kita miliki," jelas Ace.
Penutupan KPPD Angkatan IV turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir. Hadir pula Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center, Filda C. Yusgiantoro.
Di samping itu, hadir juga Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas, Raden Djaenudin Slamet dan Pelaksana Tugas Kepala BPSDM Kemendagri, Andi Ony Prihartono. Turut hadir Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Pemerintahan Dalam Negeri, Herny Ika S. Hutauruk.
Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Edi Suryanto, juga hadir dalam acara tersebut. Jajaran pejabat struktural Lemhannas RI turut mendampingi jalannya penutupan kegiatan ini.
(rir)

2 hours ago
5








































