Graham Potter Akui Salah Antisipasi Brobbey saat Swedia Dibantai Belanda

4 hours ago 7

Ligaolahraga.com -

Berita Piala Dunia: Pelatih Swedia, Graham Potter, mengakui dirinya berada di bawah tekanan setelah kekalahan telak 5-1 dari Belanda pada Ahad (21/6/2026) lalu di Grup F Piala Dunia 2026. Hasil tersebut memicu kritik keras dari media lokal menjelang laga penentuan melawan Jepang yang akan berlangsung pada Jumat (26/6/2026) pagi WIB.

Swedia masih memiliki peluang besar untuk lolos ke babak 32 besar setelah sebelumnya mengalahkan Tunisia 5-1. Namun, kekalahan dari Belanda membuat posisi mereka belum sepenuhnya aman dan meningkatkan sorotan terhadap keputusan-keputusan yang diambil Graham Potter selama pertandingan.

Membahas tekanan yang kini mengelilinginya, Potter mengaku menyadari kritik yang muncul setelah hasil buruk tersebut. Meski demikian, mantan pelatih Chelsea itu menegaskan dirinya tidak menjadikan opini media sebagai acuan dalam menjalankan pekerjaannya.

"Tentu saja ada tekanan. Akan aneh jika tidak ada. Namun apakah saya mempertimbangkan apa yang kalian tulis? Tidak. Itu tidak relevan. Saya tidak mendengarkan apa yang kalian katakan. Dengan begitu kami tetap bisa berdiskusi dengan baik di sini, terlepas dari apa yang telah kalian tulis," ujar Potter.

Masih dalam topik yang sama, pria berusia 51 tahun itu menegaskan dirinya tidak keberatan menjadi sasaran kritik. Baginya, penilaian negatif merupakan bagian dari pekerjaan sebagai pelatih, terutama ketika tim gagal meraih hasil yang diharapkan.

"Saya adalah seseorang yang ingin tampil baik dan ingin menang. Kalian boleh berpikir bahwa saya tidak kompeten, dan jika memang begitu, saya menerimanya," kata Potter.

Beralih ke faktor teknis pertandingan, Potter mengakui dirinya benar-benar tidak menduga Belanda akan memainkan Brian Brobbey sebagai ujung tombak sejak menit pertama. Keputusan Ronald Koeman tersebut terbukti menjadi pembeda setelah penyerang Sunderland itu mencetak dua gol ke gawang Swedia.

Sebelum pertandingan, banyak pihak memperkirakan Belanda akan tetap mengandalkan opsi yang lebih berpengalaman seperti Memphis Depay. Namun Koeman memilih jalan berbeda dan berhasil mengejutkan lawan dengan karakter permainan yang dibawa Brobbey.

Mengomentari hal tersebut, Potter mengakui timnya tidak mampu memberikan respons yang cukup baik. "Saya tidak melihat itu akan terjadi. Brobbey mengubah dinamika permainan Belanda secara signifikan. Dia membuat mereka berubah dari tim yang bagus menjadi tim yang sangat, sangat bagus. Menghadapi lawan dengan kualitas seperti itu, dengan lebar permainan, kontrol, dan ancaman dari seorang nomor sembilan, menjadi terlalu berat bagi kami," ujar Potter.

Masih membahas keputusan taktis Belanda, Graham Potter mengaku berasumsi Brobbey tidak akan dimainkan sejak awal karena sudah lama tidak tampil bersama tim nasional. Karena itu, ia menganggap kejutan tersebut memberi keuntungan besar bagi lawan.

"Dia sudah cukup lama tidak bermain untuk tim nasional. Saya pikir mereka tidak akan memainkannya sejak awal. Namun mereka melakukannya dan Anda tidak pernah tahu sampai susunan pemain diumumkan sebelum kick-off. Itulah mengapa terkadang menyembunyikan susunan pemain bisa menjadi keuntungan. Belanda berhasil mengejutkan kami dan secara taktis kami tidak merespons dengan cukup baik," kata Potter.

Kini fokus Swedia sepenuhnya tertuju pada laga melawan Jepang. Kemenangan akan memastikan langkah mereka ke babak 32 besar, sementara hasil imbang juga berpotensi cukup untuk membawa Graham Potter dan anak asuhnya melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Artikel Tag: belanda, swedia, piala dunia, piala dunia 2026, graham potter, brian brobbey

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/graham-potter-akui-salah-antisipasi-brobbey-saat-swedia-dibantai-belanda

Read Entire Article
Sports | | | |