Ligaolahraga.com -
Berita Piala Dunia: Pelatih Irak, Graham Arnold, menolak menyerah setelah timnya kalah 3-0 dari Prancis pada Selasa (23/6/2026) pagi WIB dalam laga Grup I Piala Dunia 2026. Hasil tersebut membuat Irak belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan pertama, tetapi Arnold percaya peluang untuk melaju ke babak gugur masih tetap ada.
Irak kembali kesulitan menghadapi salah satu penyerang terbaik dunia. Setelah Erling Haaland mencetak dua gol saat Norwegia menang 4-1 pada laga pembuka, kali ini Kylian Mbappe menjadi mimpi buruk berikutnya dengan memborong dua gol untuk Prancis.
Meski demikian, Graham Arnold memilih untuk tidak terlalu lama memikirkan kekalahan tersebut. Menurutnya, seluruh perhatian kini harus diarahkan kepada pertandingan terakhir melawan Senegal yang akan berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB.
"Bagi saya sekarang, semuanya tentang Senegal. Dengan adanya delapan tim peringkat ketiga terbaik yang lolos, kami masih memiliki peluang," ujar Arnold.
Beralih ke jalannya pertandingan, pelatih asal Australia itu menilai Irak sebenarnya tampil cukup baik pada babak pertama. Namun, pertandingan yang sempat tertunda lebih dari dua jam akibat cuaca buruk dinilai mengubah ritme permainan timnya.
Setelah laga dilanjutkan, Irak langsung melakukan kesalahan fatal saat melakukan tendangan gawang yang berujung pada gol kedua Prancis. Momen tersebut menjadi titik balik yang membuat pertandingan semakin sulit bagi tim asuhannya.
"Yang bisa saya lakukan hanyalah menunjukkan cuplikan pertandingan babak pertama sedikit lebih lama saat jeda untuk memperlihatkan area yang dimanfaatkan Prancis. Namun yang terpenting adalah para pemain harus tetap tenang, rileks, dan mempersiapkan diri ketika pertandingan dimulai kembali," jelas Arnold.
Masih dalam topik yang sama, Arnold mengakui kualitas individu para pemain Prancis menjadi pembeda. Secara khusus, ia memberikan pujian kepada Mbappe yang kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia.
"Dia pemain yang luar biasa. Kecepatannya tidak bisa dihentikan. Itulah alasan kami bertahan sedikit lebih dalam dari biasanya karena jika Anda memberikan ruang di belakang pertahanan dan Mbappe memiliki kecepatan seperti itu, dia akan menghancurkan Anda," kata Arnold.
Selain membahas pertandingan melawan Prancis, Graham Arnold juga menyoroti persaingan perebutan Sepatu Emas yang mulai terbentuk di Piala Dunia 2026. Ia melihat beberapa bintang besar dunia tampil sangat produktif sejak fase grup dimulai.
Menurut Arnold, Haaland, Lionel Messi, dan Mbappe saat ini berada dalam posisi yang sangat kuat untuk bersaing memperebutkan gelar pencetak gol terbanyak turnamen. Ketiganya terus menambah koleksi gol dalam dua pertandingan pertama.
"Haaland mencetak gol, Messi juga mencetak gol, begitu pula Mbappe. Akan menjadi persaingan yang sangat menarik di antara mereka untuk menjadi pencetak gol terbanyak turnamen," ujarnya.
Irak kini menghadapi situasi yang jelas menjelang laga terakhir grup. Kemenangan atas Senegal akan menjadi syarat utama untuk menjaga harapan lolos, baik sebagai runner-up maupun melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Meski menghadapi tekanan besar, Graham Arnold tetap melihat alasan untuk optimistis. Baginya, perjalanan Irak di Piala Dunia 2026 belum berakhir, dan seluruh fokus kini tertuju pada satu pertandingan penentuan yang akan menentukan nasib mereka di turnamen ini.
Artikel Tag: prancis, piala dunia, irak, graham arnold, piala dunia 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/graham-arnold-yakin-irak-masih-punya-peluang-lolos-usai-dihajar-prancis

3 hours ago
6

















































