Jakarta, CNN Indonesia --
Eks anggota Komisi III DPR, Didik Mukrianto mengkritik pernyataan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo yang mengaku menolak revisi UU KPK pada 2019 dengan tak menandatanganinya.
Didik merupakan anggota Komisi III DPR periode 2014-2019 yang terlibat dalam proses penyusunan RUU KPK kala itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didik menilai pernyataan Jokowi yang menolak RUU KPK kala itu tak serius. Menurut dia, Jokowi bisa mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk membatalkan hasil revisi, namun itu tidak dilakukan.
"Pak Jokowi bisa mengeluarkan Perppu jika tidak setuju, tapi opsi tersebut tidak dilakukan," ujar Didik saat dihubungi, Jumat (20/2).
Wakil Sekjen Partai Demokrat itu tak menampik RUU KPK pada 2019 merupakan usul inisiatif DPR. Namun, kata Didik, prosesnya tak akan berjalan tanpa keterlibatan pemerintah.
Apalagi, dia bilang, pemerintah kala itu juga mengirimkan wakilnya disertai Surat Presiden (Surpres) yang dikirim ke DPR.
"Pemerintah Jokowi saat itu mengirim wakil untuk membahas revisi tersebut, dan ada surat presiden (Surpres) yang memungkinkan proses berjalan," ujarnya.
Didik menambahkan, Jokowi memang bisa tidak meneken hasil revisi UU KPK. Namun, hasil revisi tetap akan berlaku dalam 30 hari meski tidak diteken atau ditandatangani oleh Presiden berdasarkan ketentuan Pasal 20 ayat 5 UUD 1945.
Menurut Didik, pernyataan Jokowi belakangan yang mengaku tak setuju revisi, hanya bentuk cuci tangan.
"Secara teknis, mungkin ada benarnya Jokowi tidak tanda tangan setelah RUU tersebut disahkan di DPR, dan ini RUU inisiatif DPR, tapi secara substansi, Pak Jokowi saat itu punya kuasa untuk menghentikan atau membatalkan," ujar Didik.
UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK menjadi sorotan setelah disinggung Jokowi. Dia mengaku mendukung agar UU KPK dikembalikan ke versi lama.
Dia mengatakan UU KPK direvisi pada saat dirinya menjabat Presiden atas inisiatif DPR, namun dirinya tidak menandatangani UU hasil revisi tersebut.
"Ya, saya setuju, bagus," jawab Jokowi usai menonton laga Persis Solo melawan Madura United di Stadion Manahan Solo, Jumat (13/2).
(thr/wis)

13 hours ago
4

















































