Ligaolahraga.com -
Berita MotoGP: Presenter MotoGP mengungkap pebalap paling sulit diwawancarai. Franco Morbidelli disebut kerap menjebak pewawancara dengan jawaban singkat dan tajam.
Aktivitas media merupakan rutinitas wajib bagi pebalap MotoGP di setiap akhir pekan balapan. Mulai dari wawancara singkat di parc ferme hingga sesi panjang untuk siaran internasional, para rider dituntut mampu berkomunikasi dengan publik. Meski begitu, tidak semua pebalap dikenal ramah dan terbuka saat berhadapan dengan media.
Presenter MotoGP sekaligus jurnalis balap motor, Jack Appleyard, mengungkap bahwa ada satu nama yang menurutnya paling menantang untuk diwawancarai. Sosok tersebut adalah Franco Morbidelli.
Dalam perbincangan di podcast Motorsport Republica, Appleyard menjelaskan bahwa perbedaan karakter menjadi faktor utama dinamika wawancaranya dengan Morbidelli. Ia menyebut pebalap Italia itu kerap memberikan jawaban singkat dan tajam, bahkan sengaja menjebak pewawancara dengan respons tak terduga.
“Franco bisa sangat singkat dan langsung ke inti. Dia suka menjebak. Kalau ditanya dengan pertanyaan tertutup, jawabannya bisa hanya satu kata,” ujar Appleyard yang telah lama bertugas di paddock MotoGP.
Namun menurutnya, gaya tersebut justru bisa menjadi keuntungan jika dikelola dengan tepat. Appleyard mencontohkan momen ketika masa depan Morbidelli di Yamaha masih menjadi tanda tanya. Saat ditanya apakah hasil bagusnya berpengaruh pada kontrak, Morbidelli justru membalas, “Siapa bilang saya mau bertahan?” lalu menutupnya dengan kalimat ikonik, “Tanya Lin Jarvis.”
Pengakuan Appleyard ini melengkapi cerita sebelumnya dari mantan pebalap MotoGP yang kini menjadi pundit, Neil Hodgson. Ia pernah menyebut Andrea Iannone sebagai pebalap paling tidak menyenangkan untuk diajak bicara, karena sikapnya yang dinilai kurang menghargai pewawancara.
Di sisi lain, ada pula pebalap yang dikenal sangat kooperatif dengan media, seperti Fabio Quartararo dan Francesco Bagnaia, yang kerap dipuji karena sikapnya yang komunikatif.
Franco Morbidelli sendiri memiliki hubungan panjang dengan Valentino Rossi sebagai lulusan pertama VR46 Riders Academy. Ia kini membela tim VR46 Racing, meski masa depannya mulai diselimuti ketidakpastian akibat performa dan citra agresifnya di lintasan sepanjang musim terakhir.
Jika reputasi tersebut terus berlanjut, bukan tidak mungkin perlindungan yang selama ini ia dapatkan akan berkurang. Situasi itu membuat karier Morbidelli di MotoGP menjadi salah satu yang paling menarik untuk diikuti dalam waktu dekat.
Artikel Tag: Franco Morbidelli, MotoGP 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/franco-morbidelli-ternyata-jadi-rider-motogp-paling-sulit-diwawancarai

1 day ago
7

















































