Francesco Bagnaia Dicap Terlalu Sensitif, Justru Itu Jadi Kelebihannya

8 hours ago 5

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP - Francesco Bagnaia memang sedang menghadapi periode sulit bersama Ducati, tetapi karakter sensitif yang selama ini kerap dikritik ternyata dinilai sebagai salah satu kekuatannya. Bos Ohlins, Jonas Torstensson bahkan menyebut kemampuan Bagnaia membaca perilaku motor menjadi aset penting dalam pengembangan Ducati.

Francesco Bagnaia masih menjadi sorotan setelah kesulitan mempertahankan performa terbaiknya bersama Ducati dalam dua musim terakhir.

Sejak Marc Marquez bergabung dengan tim pabrikan Ducati pada 2025, Bagnaia kesulitan mengimbangi rekan setimnya tersebut. Kondisi itu membuat sejumlah pihak menilai pembalap asal Italia tersebut terlalu sensitif terhadap perubahan karakter motor.

Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya disetujui Jonas Torstensson. General Manager Ohlins ini justru melihat sensitivitas Bagnaia sebagai salah satu kelebihannya.

Ohlins sendiri memiliki hubungan panjang dengan Ducati. Produsen suspensi asal Swiss tersebut telah menjalin kolaborasi sejak Ducati memulai kiprahnya sebagai tim pabrikan MotoGP pada 2003.

Menurut Torstensson, kemampuan Bagnaia dalam merasakan perubahan kecil pada motor justru sangat membantu para teknisi ketika melakukan pengujian.

"Menjadi yang paling sensitif bisa menjadi hal positif, tetapi juga negatif," kata Torstensson kepada MARCA.

"Sebagai contoh, Anda mungkin membaca di sejumlah media bahwa Pecco dikritik karena sangat sensitif. Namun, dari sudut pandang saya, dia adalah pembalap yang sangat hebat."

Torstensson menjelaskan, Bagnaia mampu memberikan informasi secara detail ketika mencoba komponen atau pengaturan baru pada motor.

"Ketika kami menguji sesuatu bersamanya, dia benar-benar tahu bagaimana menjelaskan apa yang dia rasakan dan umpan baliknya sangat bagus," ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui karakter tersebut juga memiliki sisi lain. Bagnaia membutuhkan pengaturan motor yang tepat agar bisa tampil maksimal.

"Memang benar dia juga sensitif dalam hal lain. Dia perlu mengatur motor dengan tepat untuk bisa melaju cepat. Sebagai seorang insinyur, untuk pengujian, itu adalah hal yang sangat bagus," tambah Torstensson.

Bagnaia sebelumnya menikmati periode sukses bersama Ducati dengan meraih gelar MotoGP pada 2022 dan 2023. Namun, performanya merosot pada 2025 hingga hanya finis kelima di klasemen.

Salah satu faktor yang banyak dibahas adalah kesulitan Bagnaia beradaptasi dengan perubahan pada Ducati GP25, termasuk sistem suspensi dan perangkat ride height.

Ohlins bahkan diketahui bekerja sama secara khusus dengan Ducati mengembangkan perangkat suspensi rahasia bernama SLD 76 untuk GP25.

Kini Francesco Bagnaia masih berusaha menemukan kembali performa terbaiknya sebelum meninggalkan Ducati dan bergabung dengan Aprilia pada 2027.

Artikel Tag: ducati, francesco bagnaia, motogp 2026

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/francesco-bagnaia-dicap-terlalu-sensitif-justru-itu-jadi-kelebihannya

Read Entire Article
Sports | | | |