Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Kembalinya Emma Raducanu ke turnamen WTA setelah absen selama dua bulan karena penyakit pasca-virus tidak berjalan sesuai rencana.
Setelah tersingkir di babak pertama Strasbourg International, petenis berkebangsaan Inggris tiba di French Open musim 2026 dengan harapan menemukan kembali performanya, tetapi ia mengalami kekalahan telak di babak pertama. Setelah tersingkir, ia menjadi emosional saat merenungkan penampilannya dan perjuangan kesehatan yang terus berlanjut.
Petenis berusia 23 tahun mengalami awal yang buruk di babak pertama French Open melawan Solana Sierra, setelah ia gagal memberikan perlawanan saat petenis berkebangsaan Argentina melaju dengan 6-0 di set pertama.
Meskipun petenis berkebangsaan Inggris menunjukkan perlawanan setelah tertinggal 1-4 di set kedua dan berhasil memaksakan babak tiebreak, Sierra akhirnya mengamankan kemenangan 6-0, 7-6 dan menyingkirkan petenis berusia 23 tahun dari Roland Garros.
Dalam konferensi pers, juara US Open musim 2021 mengatakan bahwa ia kecewa dengan hasilnya, meskipun menemukan beberapa hal yang menggembirakan dalam kebangkitannya di set kedua.
“Itu sulit. Saya rasa saya belum sepenuhnya bisa mencernanya. Jadi, sulit untuk membicarakan pertandingan saat ini. Tetapi setidaknya saya harus menerima kenyataan bahwa dari tertinggal satu set dan 1-4, saya berhasil bangkit dan membuat pertandingan menjadi kompetitif di set kedua. Saya cukup kecewa. Jelas saya ingin bermain dengan lebih baik, tetapi saya rasa itulah pelajaran yang bisa saya ambil dari pertandingan kali ini,” jelas Raducanu.
Ketika ditanya tentang kekalahan telak di set pertama, petenis peringkat 39 dunia kesulitan menjelaskan penampilannya, sambil mengakui kesulitan yang dihadapinya di sepanjang pertandingan.
“Saya tidak bisa menjelaskannya sekarang. Saya belum sepenuhnya mencernanya. Saya rasa itu sangat sulit. Saya masuk ke lapangan,” lanjut Raducanu. “Saya merasa kondisi lapangan sangat dinamis dan saya merasa tidak bisa mempercayai pukulan saya di sana dan merasa tidak memiliki kendali atas bola. Itu adalah pengaturan yang sangat sulit bagi saya. Saya belum banyak bermain, sedikit kurang percaya diri menjelang turnamen ini.”
Ia juga berlinang air mata saat membahas ketahanan mental yang dibutuhkan untuk mengatasi kemunduran kesehatan dan kebugarannya yang berulang, dengan mengatakan, “Ya, ini sangat sulit. Saya rasa anda membutuhkan banyak ketahanan. Saya rasa saya berusaha sebaik mungkin setiap hari dan saya rasa hanya itu yang bisa saya harapkan dari diri saya sendiri.”
Meskipun berjuang melawan batuk yang berkepanjangan dan diperparah oleh kompetisi di clay-court, ia memberikan kabar yang meyakinkan tentang kesehatannya.
“Saya hanya sedikit kesulitan dengan batuk selama beberapa pekan terakhir, tetapi selain itu gejala saya cukup baik. Saya masih mengalami batuk yang berkepanjangan. Clay-court sedikit mengiritasinya. Secara keseluruhan, dari segi kesehatan, saya merasa baik, hanya batuk yang berkepanjangan,” tukas Raducanu.
Raducanu kini akan mengalihkan perhatiannya ke rangkaian pertandingan di grass-court yang akan datang dan akan ia mulai di Queen’s Club Championships, London.
Artikel Tag: french open, emma raducanu
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/emma-raducanu-berusaha-tahan-tangis-saat-jelaskan-kekalahan-pahit-di-paris

1 hour ago
6

















































