Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi III DPR RI menjadwalkan menggelar rapat khusus untuk membahas kasus teror penyiraman air keras kepada seorang aktivis yang merupakan Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Mengutip dari Antara, rapat tersebut direncanakan digelar Senin (16/3) ini pukul 11.00 WIB di Ruang Rapat Komisi III DPR, Gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengecam keras penyerangan air keras ke Andrie Yunus, dan memastikan akan mengawal kasus yang terjadi pada Kamis (12/3) malam tersebut.
Dalam keterangannya pada Sabtu (14/3), Habib mengatakan pihaknya telah menghubungi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri. Dia meminta agar kepolisian bergerak cepat mengusut kasus ini serta menangkap para pelaku.
"Kami pastikan Komisi III akan terus mengawal kasus ini agar penyidikannya berjalan dengan cepat dan profesional. Kami minta negara menanggung penuh biaya pengobatan terbaik agar beliau bisa segera pulih kembali," kata dia.
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan air keras hingga mengakibatkan luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.
"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).
Pascaperistiwa tersebut, Andrie segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen.
Dimas mengungkap ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.
Sementara, pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai 'buf' berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.
Dari rekaman CCTV yang diperoleh, berdasarkan kode waktu (timecode) yang tertulis, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.
Mulanya terlihat dua pria yang berboncengan satu motor memutar balik dan berjalan perlahan. Lalu pria yang dibonceng--tak memakai helm--diduga menyiram air keras ke arah korban yang melintas menggunakan sepeda motornya.
Korban langsung berhenti menjatuhkan sepeda motornya dan berteriak kesakitan. Warga sekitar pun mendekati untuk mengetahui apa yang terjadi pada korban.
(antara/kid)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
5















































