Ligaolahraga.com -
David Benavidez akan menghadapi juara dunia kelas penjelajah versi WBA dan WBO, Gilberto Ramirez, dalam laga utama yang digelar di T-Mobile Arena, Sabtu (2/5).
Pertarungan ini menjadi debut Benavidez di kelas cruiserweight (200 pound), setelah sebelumnya meraih gelar di kelas super middleweight dan light heavyweight.
Petinju berusia 29 tahun itu membawa rekor sempurna 31 kemenangan tanpa kekalahan, termasuk 25 KO, dan datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menghentikan Anthony Yarde pada ronde ketujuh November lalu.
Ambisi David Benavidez untuk menjadi juara di tiga divisi semakin kuat setelah rencana duel melawan Canelo Alvarez tak pernah terwujud.
Kini, ia memilih naik kelas demi mencari tantangan baru.
Di sisi lain, Ramirez (48-1, 30 KO) sudah lebih berpengalaman di kelas cruiserweight.
Petinju asal Meksiko itu akan menjalani pertarungan kelimanya di kelas 200 pon, setelah sebelumnya mengoleksi gelar dunia di dua divisi berbeda.
Ia merebut sabuk WBA dengan mengalahkan Arsen Goulamirian pada Maret 2024, lalu menambah gelar WBO setelah menundukkan Chris Billam-Smith delapan bulan kemudian.
Terakhir, Ramirez sukses mempertahankan gelarnya melawan Yuniel Dorticos pada Juni 2025.
Secara fisik, kedua petinju relatif seimbang dengan tinggi sama, meski Ramirez memiliki keunggulan jangkauan tipis.
Namun, perbedaan pengalaman di kelas cruiserweight diperkirakan menjadi salah satu faktor kunci dalam laga ini.
Sejumlah mantan juara dunia memberikan analisis mereka menjelang pertarungan tersebut.
Rey Beltran menilai kecepatan menjadi faktor pembeda utama yang menguntungkan Benavidez.
Menurutnya, Ramirez akan kesulitan mengimbangi kombinasi pukulan cepat lawannya.
“Benavidez terlalu cepat dan agresif. Sulit melihat bagaimana Ramirez bisa menang kecuali terjadi sesuatu yang tidak diharapkan,” ujar Beltran, yang memprediksi kemenangan Benavidez melalui penghentian.
Sementara itu, Sergio Mora menekankan pentingnya strategi bagi Ramirez, terutama dengan memanfaatkan jab dan pergerakan kaki untuk menjaga jarak.
Ia juga menilai David Benavidez memiliki gaya bertarung unik yang menggabungkan volume pukulan tinggi dengan kecepatan.
Mora memprediksi Benavidez akan menang melalui keputusan juri, asalkan mampu mempertahankan tekanan sepanjang 12 ronde.
Pendapat serupa disampaikan Shawn Porter, yang melihat Benavidez memiliki lebih banyak variasi cara untuk meraih kemenangan.
Ia meragukan kemampuan Ramirez untuk menahan tekanan dan kekuatan pukulan lawannya.
“Benavidez punya banyak cara untuk menang. Saya rasa laga ini bisa menjadi pertarungan satu arah,” kata Porter, yang juga memprediksi kemenangan angka bagi Benavidez.
Dengan kombinasi kecepatan, volume pukulan, dan agresivitas, Benavidez difavoritkan untuk meraih kemenangan.
Namun, pengalaman Ramirez di kelas cruiserweight tetap menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan dalam duel ini.
Artikel Tag: canelo Álvarez, david benavidez, gilberto ramirez
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/david-benavidez-bidik-gelar-juara-tiga-divisi-lawan-gilberto-ramirez

3 hours ago
6

















































