Dampak Semifinal Bagi Karolina Muchova Jelang Final Di Wimbledon

6 hours ago 1

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Linda Noskova memberikan kekalahan telak bagi rekan senegaranya, Karolina Muchova demi merebut gelar Grand Slam pertamanya di Wimbledon musim 2026.

Namun bagi petenis unggulan kesepuluh, kelelahan fisik akibat semifinal Wimbledon yang melelahkan melawan Cori Gauff tampaknya berlanjut hingga final. Setelah kalah tiga set dari petenis unggulan kesembilan, Noskova, petenis berusia 29 tahun jujur ​​mengakui bahwa ia tiba di pertandingan terbesar dalam kariernya sampai saat ini dengan kondisi fisik yang kurang prima, setelah dipaksa hingga batas maksimal hanya dua hari sebelumnya.

Semifinal antara petenis berkebangsaan Ceko melawan Gauff benar-benar epik dalam segala hal. Ia mengalahkan petenis AS dengan tiga set dalam cuaca panas London selama 2 jam 35 menit, termasuk melakukan pukulan forehand volley sambil melompat, menyelamatkan peluang match point di babak tiebreak terakhir, kemudian berjuang melawan rasa sakit perut sebelum mengkonversi peluang match point keduanya. Ia mengatakan kemenangan tersebut terlalu mahal dan waktu pemulihannya tidak cukup lama.

“Saya jelas merasakannya secara fisik, saya sedikit lebih lelah. Mungkin juga karena gugup, saya benar-benar ingin menang,” aku Muchova.

Runner up French Open musim 2023 memulai dengan lambat, setelah ia kalah di set pertama hanya dalam waktu kurang lebih selama 30 menit dan berada di bawah level performa biasanya selama turnamen.

“Pertandingan ini adalah salah satu pertandingan terburuk saya, menurut saya, dari turnamen ini,” tambah Muchova.

“Saya bermain dengan lebih baik di pertandingan lain, pastinya. Di sisi lain, memulai dengan lambat, sekali lagi pujian untuk Linda, ia bermain dengan cukup baik dan membuat pertandingan menjadi sulit.”

Itu adalah pengakuan jujur ​​dari seorang petenis yang telah mengalahkan tiga juara Grand Slam, Barbora Krejcikova, Naomi Osaka, dan Gauff dalam perjalanannya ke final Wimbledon, hanya untuk kehabisan tenaga di rintangan terakhir.

Di sisi lain, lawannya, Noskova yang berusia 21 tahun tidak harus melalui semifinal yang melelahkan. Ia berhadapan dengan petenis unggulan ke-12, Marta Kostyuk. Ia mengandaskan petenis berkebangsaan Ukraina hanya dalam 1 jam 19 menit dengan kemenangan dua set langsung. Rintangan semifinal yang mudah tentu membantu petenis unggulan kesembilan untuk memberikan 100 persen kemampuannya melawan petenis unggulan kesepuluh di final.

Saat membahas kelelahan, ia tidak menggunakannya sebagai alasan. Sebaliknya, ia mengklaim bahwa itu adalah sesuatu yang menentukan seluruh pertandingan. Tertinggal di awal set kedua tetapi unggul dalam game penting, ia melakukan kesalahan taktis yang memberikan inisiatif kepada Noskova.

“Di game pertama set kedua, saat unggul, saya mencoba melakukan pukulan forehand lurus ke garis dan malah memukulnya menyilang, ia membalas dengan smash. Jika saya memenangkan game itu, mungkin akan terasa berbeda sejak awal,” jelas Muchova.

Melenggang ke final Grand Slam kedua setelah kekalahan French Open musim 2023, membuktikan bahwa level itu ada dan Muchova belum selesai untuk mengejar gelar Grand Slam pertama dalam kariernya.

Artikel Tag: wimbledon, karolina muchova, linda noskova

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/dampak-semifinal-bagi-karolina-muchova-jelang-final-di-wimbledon

Read Entire Article
Sports | | | |