Daftar 9 Korban Tewas Kecelakaan Mobil vs Kereta di Tebingtinggi

4 hours ago 1

Medan, CNN Indonesia --

Sembilan orang meninggal dunia akibat kecelakaan Kereta Api (KA) Sri Billah Utama dengan minibus di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kota Tebingtinggi, Provinsi Sumatra Utara (Sumut), Rabu (21/1).

Seluruh korban merupakan pengemudi dan penumpang minibus Toyota Avanza BK 1657 AB. Adapun 9 korban tewas sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

Kapolres Tebingtinggi, AKBP Rina Frillya, merinci 9 korban meninggal dunia yakni Abdul Kadir Al Jaelani (42) yang merupakan pengemudi mobil. Abdul Kadir sempat mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Kota Tebingtinggi. Akan tetapi nyawanya tak tertolong. Dia meninggal di rumah sakit tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian delapan orang lainnya meninggal di lokasi kejadian akibat luka berat yang mereka alami. Para korban merupakan penumpang minibus Toyota Avanza BK 1657 AB. Mereka yakni Rizal (59) warga Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.

Lalu Daratul Lailla (50), Risnawati (57) Muhammad Hafiz (4 tahun), Muhammad Rafka Attaqih (6 tahun), Asrah (80) dan Zaitun. Keenam korban merupakan warga Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deliserdang. Kemudian Sri Devi (41) warga Medan Marelan Kota Medan.

"Seluruh korban meninggal dunia merupakan penumpang Toyota Avanza BK 1657 AB. Sedangkan penumpang kereta api tidak ada korban," ujar AKBP Rina Frillya, Kamis (22/1).

Dia menyebutkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, saat Toyota Avanza BK 1656 ABP yang dikemudikan oleh Abdul Kadir yang membawa 8 orang penumpang datang dari arah Jalan Abdul Hamid menuju Bagelen. Sedangkan Kereta Api Sri Billah Utama U53 CC 2018344 yang dikemudikan oleh Masinis Hendrik Santoso datang dari arah Rantau Prapat menuju Medan.

Namun setibanya di Jalan Abdul Hamid tepatnya di perlintasan KAI tanpa palang pintu Lk III Kelurahan Tebingtinggi Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, mobil tersebut tiba tiba melintas. Diduga pengemudi mobil tidak konsentrasi dan tidak memperhatikan pada saat melintasi perlintasan KAI tanpa palang pintu sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

"Desi keterangan saksi, mobil tersebut sudah diteriaki oleh saksi agar jangan melintas, namun mobil tetap melaju melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu tersebut. Di saat bersamaan kereta api melaju datang dari arah Rantau Prapat menuju Tebingtinggi," urainya.

Kejadian itu menyebabkan bagian samping sebelah kiri dari mobil berbenturan dengan bagian depan Lokomotif Kereta Api Sri Billah Utama. Bahkan mobil sempat terseret sejauh 300 meter. Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

Dari hasil pendalaman sementara, mobil tersebut diketahui berangkat dari Kabupaten Deliserdang untuk menghadiri acara keluarga di Kabupaten Batubara. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan untuk menjenguk keluarga yang sakit di wilayah Sei Sigiling sebelum kembali ke Deliserdang.

"Pasca kejadian, pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, mendata korban di rumah sakit, memeriksa sejumlah saksi, serta mendokumentasikan seluruh rangkaian kejadian. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut," tutupnya.

(fnr/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |