Conchita Martinez Pilih Hal Tersulit Selama Bekerja Dengan Mirra Andreeva

3 hours ago 6

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Conchita Martinez telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam melatih Mirra Andreeva dan hasil French Open musim 2026 menandai puncak dari kerja keras selama bermusim-musim.

Pelatih asal Spanyol, Martinez yang memenangkan satu-satunya gelar Grand Slam sebagai petenis, bergabung dengan tim pelatih petenis berusia 19 tahun pada musim 2024 dengan tujuan untuk mewujudkan potensi tidak terbatas sang petenis.

Lagipula, orang-orang telah memprediksi hal-hal besar untuk sensasi remaja tersebut sejak ia muncul di kancah tenis saat menginjak usia 15 tahun. Tekanan di pundaknya sangat besar. Jika gelar French Open memberikan dampak positif, semoga itu dapat meringankan sebagian beban tersebut dan pada gilirannya menciptakan versi sang petenis yang lebih tenang dan tidak mudah tersulut emosi.

Kita telah melihat sekilas pandangan baru ini selama dua pekan terakhir, tetapi Martinez tetap bersikeras bahwa petenis berusia 19 tahun tidak selalu mudah diajak bekerja sama.

Dalam konferensi pers setelah final French Open, seorang reporter menyampaikan kata-kata Andreeva kepada pelatihnya tentang betapa sulitnya berurusan dengannya di beberapa kesempatan.

Martinez diminta untuk menjelaskan lebih lanjut dan ia menjawab, “Ia tidak menyenangkan untuk diajak bekerja sama. Terkadang memang begitu. Saya tidak akan berbohong kepada anda.”

“Maksud saya, ia gadis yang sangat baik, di atas lapangan maupun di luar lapangan, terkadang saat latihan, ia bisa sedikit sulit, tetapi anda tahu, ketika aia mau mendengarkan, ia mau bernapas dan mengendalikan emosinya, juga saat latihan, karena jika anda hanya berlatih, bagaimana itu akan berhasil saat pertandingan berlangsung? Jadi, ya, ada hari-hari di mana itu menyulitkan.”

Kemudian Martinez menjelaskan lebih detail dengan menambahkan, “Sikapnya, sikapnya memang sulit. Anda mengatakan sesuatu padanya dan mungkin ia tidak mau mendengarkan dan hal-hal seperti itu.”

“Ya, itu agak sulit, karena maksud saya, ketika ia bekerja keras dan ketika ia mendengarkan, dan ia melakukan segalanya, ia tidak memiliki batasan, jadi langit adalah batasnya.”

Itu adalah bukti kemampuan kepelatihan Martinez yang luar biasa, karena dengan membawa Andreeva meraih gelar French Open, ia benar-benar memecahkan rekornya sendiri. Lagipula, petenis berusia 19 tahun menjadi juara Grand Slam putri pertama yang dilatih oleh juara Grand Slam sejak mantan petenis berkebangsaan Spanyol, Garbine Muguruza melakukannya di Wimbledon musim 2017.

Menariknya, Martinez merupakan pelatih yang membantu Muguruza memenangkan gelar Wimbledon tersebut.

Pelatih berusia 54 tahun merupakan salah satu dari sedikit pelatih wanita yang ada di  turnamen ATP maupun WTA, tetapi kesuksesannya yang berkelanjutan dapat memaksa perubahan di musim-musim mendatang.

Artikel Tag: french open, garbine muguruza, mirra andreeva

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/conchita-martinez-pilih-hal-tersulit-selama-bekerja-dengan-mirra-andreeva

Read Entire Article
Sports | | | |