Cerita Prabowo Pilih Pidato Tanpa Teks Meski Diberi Materi Bagus

4 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto mengakui kerap diingatkan staf agar berpidato sesuai teks yang telah disiapkan mereka.

Hal itu disampaikan Prabowo kala berpidato di puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat yang digelar di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (9/9) malam.

Prabowo pun menjelaskan alasan stafnya kerap mengingatkan dirinya untuk berpidato sesuai teks yang telah disiapkan. Namun, Prabowo lalu menjelaskan alasan dirinya terkadang berpidato di luar teks yang disiapkan, karena telah merangkum esensi naskah yang disiapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apabila kemudian ternyata ada pernyataan spontannya dalam pidato yang salah, dia tinggal minta maaf saja.

"Saudara-saudara sekalian, memang saya selalu diingatkan oleh staf saya, 'Pak, pakai teks, Pak. Jangan sampai keluar dari teks'," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan teks pidato yang disiapkan stafnya sangat bagus, lengkap dengan data dan infografis yang banyak.

Pada kesempatan itu, Prabowo bahkan sempat membolak-balikkan teks pidatonya seraya menunjukkan teksnya ke arah hadirin.

"Paparannya baik sekali, grafiknya banyak sekali," kata Prabowo sambil menunjukkan berlembar-lembar teks pidato tersebut.

Namun, Prabowo mengaku lebih suka memilih untuk merangkum esensi dari pemaparannya seraya berharap tidak salah bicara dalam pidato kali ini.

"Mudah-mudahan saya tidak salah bicara. Tapi sebetulnya kalau manusia kalau bikin kesalahan, ya kita minta maaf saja," kata dia.

Sebetulnya bukan kali itu saja Prabowo menyampaikan pidatonya dengan menyinggung nasihat anak buahnya agar berpidato memakai teks saja agar tak keluar konteks ataupun salah.

Salah satu sebelumnya antara lain ketika dia hadir dalam peringatan puncak hari lahir (harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Kala itu Prabowo bercanda di hadapan kader PKB yang mengenakan kaus bertuliskan "Prabowonomics". Saat itu, Prabowo juga blak-blakan menirukan ucapan para penasihat kepresidenannya yang mewanti-wanti agar dirinya tidak berbicara spontan.

"Banyak penasihat saya, 'Pak, Bapak enggak boleh, Pak, bicara tanpa teks'. Paling aman baca saja Pak, enggak mungkin ada kata-kata yang keliru di situ'," tiru Prabowo kala itu disambut tawa hadirin PKB.

Prabowo berseloroh bahwa membaca teks pidato secara utuh di podium justru berpotensi membuat dirinya dan para hadirin mengantuk.

"Jadi ini pidato yang sudah disiapkan (melihat ke teks dan bergumam membaca). Mau dibacakan? mau dibacakan (memperlihatkan kertas ke hadirin), haha. Jangankan kalian, aku pun bisa tidur di podium ini," selorohnya.

Dia lalu menyinggung banyak wartawan, dan bergurau bahwa para awak media biasanya sengaja menunggu pernyataan spontan di luar naskah darinya untuk dijadikan bahan berita.

"Enggak, hari ini saya sopan. Hari ini sopan," seloroh Prabowo saat itu.

Sepanjang tahun ini, beberapa spontanitas atau diduga pernyataan di luar teks pidato Prabowo mengundang polemik.

Beberapa di antaranya ketika dia menyebut wartawan atau media hingga pengamat yang kerap 'nyinyir' sebagai 'Londo Ireng'. Londo ireng adalah sebutan historis untuk pribumi yang antek atau berpihak pada kolonial Belanda, untuk menggambarkan pihak-pihak dalam negeri yang dinilai selalu bersikap sinis terhadap kemajuan bangsa dan lebih condong membebek pada narasi asing.

Terkait penyataan Londo Ireng dari Prabowo itu, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) pemerintah M Qodari  meminta publik agar tidak terjebak pada diksi tersebut, melainkan fokus pada substansi keberpihakan presiden kepada rakyat.

Kemudian pernyataan terkait 'Demo Bayaran' saat menanggapi aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang terjadi di masyarakat pada Juni 2026 lalu. Kala itu, Prabowo  secara terbuka bahwa dirinya mengetahui dalang atau pihak-pihak yang membiayai aksi-aksi demonstrasi tersebut. 

Merespons polemik yang terjadi kala itu, partai koalisi pemerintahan Prabowo membelanya dengan menyebut pernyataan itu adalah bentuk keprihatinan Presiden agar ruang demokrasi tidak dinodai politik uang.

(mnf/kid)

Read Entire Article
Sports | | | |