Ligaolahraga.com -
Berita MotoGP kini memasuki fase baru dengan transformasi besar-besaran setelah Liberty Media mengakuisisi 84 persen saham Dorna Sports, pemegang hak siar seri MotoGP. Meskipun pengelolaan sehari-hari tetap berada di tangan keluarga Ezpeleta, Liberty kini memiliki kesempatan untuk mempengaruhi arah strategis dari kompetisi balap motor ini. Dengan pengalaman luas di bidang olahraga dan hiburan global, seperti yang ditunjukkan melalui Formula 1, Liberty berpotensi membawa MotoGP ke tingkat yang lebih tinggi.
Liberty Media, perusahaan media asal Amerika Serikat, telah membuktikan kemampuannya dalam mengelola kejuaraan internasional lainnya. Di bawah kepemimpinan Liberty, promotor sirkuit F1 telah menikmati keuntungan yang lebih baik, dengan penjualan tiket mencapai rekor tertinggi yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan. Kini, pertanyaan yang muncul adalah apakah tuan rumah MotoGP juga dapat memanfaatkan keahlian Liberty ini.
Dengan kalender MotoGP yang kini menyamai F1 dalam hal jumlah balapan, yaitu 22 balapan pada musim 2026, perbedaan utama terletak pada biaya tuan rumah. MotoGP masih lebih terjangkau dibandingkan dengan F1, meskipun biayanya tetap signifikan. Oleh karena itu, penting bagi sirkuit untuk memastikan bahwa menjadi tuan rumah Grand Prix tetap menarik secara finansial, baik dengan atau tanpa dukungan pemerintah.
Sirkuit Internasional Sepang, yang telah menjadi tuan rumah Grand Prix Malaysia sejak 1999, merupakan contoh nyata dari tantangan ini. Saat ini, Sepang dalam proses negosiasi kontrak baru dengan Dorna untuk 2027 dan seterusnya. Seperti sirkuit MotoGP lainnya yang telah lama beroperasi, Sepang menghadapi tekanan besar terkait biaya penyelenggaraan dalam lanskap komersial yang terus berkembang, namun diharapkan kesepakatan baru akan tercapai pada awal tahun.
CEO Sepang, Azhan Shafriman Hanif, menekankan pentingnya upaya kolektif untuk pertumbuhan MotoGP. Beliau mengungkapkan bahwa semua pemangku kepentingan perlu bekerja lebih keras untuk mendekatkan penggemar dengan olahraga ini. Menurutnya, MotoGP memiliki produk yang sangat baik, namun akses yang lebih luas bagi penggemar harus ditingkatkan agar mereka dapat merasakan pengalaman unik saat menghadiri balapan.
Untuk memperluas jangkauan MotoGP, acara peluncuran musim kedua yang akan diadakan di Kuala Lumpur bulan depan adalah salah satu cara untuk terhubung dengan penggemar di luar sirkuit. Shafriman juga menyebutkan adanya ide-ide segar yang diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi penggemar yang tidak bisa datang langsung ke sirkuit.
Liberty Media, ketika mengakuisisi F1, memiliki visi untuk mengubah setiap Grand Prix menjadi acara bergaya Super Bowl, yang artinya akhir pekan balapan harus menjadi lebih dari sekadar balapan itu sendiri. Sepang sejalan dengan visi ini, percaya bahwa hiburan tambahan seperti konser dan aktivitas pemasaran dapat menarik lebih banyak penonton.
Selain itu, Sepang juga memiliki visi jangka panjang untuk mengembangkan sirkuit menjadi destinasi yang lebih luas. Dengan lahan yang luas, sirkuit ini berencana menarik investor untuk membangun ekosistem yang mencakup atraksi lain seperti hotel atau taman tema. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya datang untuk acara balap motor, tetapi juga dapat menikmati berbagai kegiatan lainnya.
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/ceo-sepang-harap-liberty-media-bawa-inovasi-ke-motogp

2 hours ago
1

















































