Bencana Longsor Rusak Rumah Warga Pamekasan hingga Situbondo

5 hours ago 3

Pamekasan, CNN Indonesia --

Bencana longsor melanda Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur (Jatim). Akibat kejadian tersebut, sebanyak 10 rumah milik warga yang dihuni 13 kepala keluarga (KK) mengalami kerusakan dan terancam tidak layak huni.

Dampak longsor menyebabkan sejumlah rumah mengalami retakan pada dinding, ambles di bagian fondasi, hingga bangunan miring. Kondisi tersebut memaksa warga meningkatkan kewaspadaan karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

Salah satu warga terdampak, Asmui, mengatakan peristiwa serupa sebenarnya pernah terjadi pada 2023. Namun, kerusakan kali ini dinilai jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu memang pernah retak dan tanah bergeser, tapi tidak separah sekarang. Saat ini kondisi rumah-rumah di sini sudah tidak aman untuk ditempati," ujar Asmui kepada CNNIndonesia.com, Minggu (18/1).

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa Sana Daja, Uswatun Ekasanah mengatakan terkait perbaikan fisik rumah, masih perlu kami koordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur, menilai relokasi menjadi langkah paling realistis guna menghindari risiko yang lebih besar.

"Melihat kondisi geografis dan kerusakan yang terjadi, keselamatan warga harus menjadi prioritas. Relokasi menjadi solusi yang tidak bisa ditunda," tegas Ali.

Ia menambahkan, terkait penyediaan fasilitas dan bantuan pembangunan hunian bagi warga terdampak, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan bencana dapat dilakukan secara menyeluruh.

Longsor Situbondo

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyebut bencana alam tanah longsor merusak dua rumah warga di Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo Puriyono mengatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tanah longsor yang menimpa dua rumah warga di lereng Gunung Argopuro itu.

"Tim melakukan asesmen ke lokasi kejadian, rumah warga terdampak tanah longsor yakni milik Surinten (69) dan Jariyono (51) di Dusun Krajan, Desa Alas Tengah," katanya mengutip Antara, Minggu.

Berdasarkan pengakuan warga, lanjut Puriyono, sebelum terjadi tanah longsor dan menimpa dua rumah warga, di kawasan lereng Gunung Argopuro itu diguyur hujan deras disertai angin kencang dengan durasi cukup lama, sehingga mengakibatkan kondisi tanah labil lalu longsor.

Ia menceritakan, saat kejadian sekitar pukul 22.00 WIB penghuni rumah tersebut berada di dalam rumah, dan ketika mendengar suara gemuruh, mereka langsung keluar menyelamatkan diri.

"Saat kejadian pemilik rumah ada di dalam karena hujan deras, mereka terkejut dan keluar rumah saat mendengar suara gemuruh," kata Puriyono.

Menurutnya, rumah milik Surinten yang ditempati seorang diri mengalami kerusakan di bagian depan, tergeser hingga empat meter karena dorongan serumpun pohon bambu yang longsor, termasuk rumah Jariyono juga rusak akibat longsor.

"Kedua rumah semi permanen itu kondisinya rusak ringan," kata Puriyono.

(nrs/antara/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |