Ben Whittaker Incar Keternaran Global, Meski Tahu Tak Bisa Puaskan Semua

1 day ago 8

Ligaolahraga.com -

Ben Whittaker memasuki babak baru dalam kariernya — dan ia penuh antusiasme.

Pertarungannya melawan Benjamin Gavazi di Birmingham Sabtu (29/11) ini terasa seperti awal dari “kelahiran kedua,” meskipun ia belum pernah benar-benar pergi.

Namun atmosfernya berbeda: lebih besar, lebih personal, lebih penuh pembuktian.

Ben Whittaker (9-0-1, 6 KO) dikenal sebagai petinju yang flamboyan, penuh karisma, dan kadang kontroversial.

Gaya “showboating”-nya di atas ring membuat sebagian pencinta tinju tersinggung, tetapi justru itulah yang menarik perhatian publik.

Di usia 28 tahun, Ben Whittaker mulai menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa menyenangkan semua orang — terutama di dunia tinju. “Mengapa mencoba?” katanya santai.

Peraih medali perak Olimpiade Tokyo itu adalah sosok “natural showman”, sehingga tidak mengherankan Eddie Hearn berusaha keras merekrutnya sejak awal.

Namun Whittaker memilih Boxxer dan Sky Sports untuk memulai karier profesionalnya.

Setelah hubungan itu berakhir pada Oktober lalu, akhirnya Hearn berhasil mendapatkannya dan Whittaker resmi bergabung dengan Matchroom Boxing.

Video parodi Jerry Maguire yang mereka buat — dengan Whittaker berteriak "Show me the money!" — menjadi viral.

Kini masa negosiasi selesai. Saatnya bertarung dan membangun momentum.

Bagi Whittaker, kata kuncinya sederhana: aktivitas. Ia ingin bertarung tiga hingga empat kali tahun depan, sesuatu yang menurutnya sulit dicapai bersama promotor sebelumnya.

“Saya bukan diva,” katanya. “Saya tidak keberatan berada di undercard. Yang penting saya aktif.”

Hearn sudah memberi isyarat rencana membawa Whittaker ke Amerika Serikat awal tahun depan. Dengan gaya flamboyan, percaya diri ekstrem, dan kemampuan teknis tajam, Whittaker tahu ia bisa menjadi bintang di panggung internasional.

Namun bukan hanya AS yang menjadi target. Jepang dan Brasil — dua wilayah tempat ia memiliki basis penggemar cukup signifikan — juga masuk radar.

Motivasinya semakin besar setelah tahun penuh gejolak. Whittaker dikritik habis-habisan setelah hasil imbang kontroversial melawan Liam Cameron, yang terjadi karena cedera akibat terjatuh keluar ring.

Ia kemudian membalas dengan kemenangan knockout ronde kedua dalam laga ulang pada April lalu — kemenangan emosional yang ia rayakan dengan penuh ekspresi, meski kembali menuai kritik. Pelatihnya, Andy Lee, langsung angkat bicara membela.

“Tidak banyak orang bisa bertahan setelah apa yang dia alami,” kata Lee. “Dia juara dalam banyak hal — di ring dan di luar.”

Kini Whittaker ingin bergerak cepat. Di usia 28 tahun, dengan divisi light heavyweight yang penuh peluang baik di Inggris maupun internasional, ia tahu waktunya adalah sekarang.

Suka atau tidak, Ben Whittaker adalah petinju yang wajib ditonton. Dan Sabtu nanti, dunia kembali memperhatikannya.

Artikel Tag: Ben Whittaker

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/ben-whittaker-incar-keternaran-global-meski-tahu-tak-bisa-puaskan-semua

Read Entire Article
Sports | | | |