Ligaolahraga.com -
Berita Liga Italia – Nama Alessandro Bastoni kembali jadi bahan perbincangan hangat usai laga sarat tensi antara Inter Milan dan Juventus akhir pekan lalu. Bek tangguh Nerazzurri itu menuai kritik tajam akibat aksinya yang dinilai berlebihan ketika berhasil “memancing” kartu merah Pierre Kalulu, dan bahkan ikut merayakannya. Namun, insiden panas tersebut diyakini tidak perlu membuat Bastoni dicoret dari skuad timnas Italia.
Presiden Inter, Beppe Marotta, bahkan secara terbuka mengakui bahwa perilaku sang bek tak sejalan dengan semangat fair play. Meski begitu, kesalahan di lapangan bukanlah alasan untuk meminggirkan salah satu pilar utama lini belakang Azzurri. Sejumlah sumber memastikan pelatih Gennaro Gattuso tetap akan memanggil Bastoni untuk laga penentuan di babak play-off Piala Dunia 2026 bulan depan melawan Irlandia Utara.
Dalam situasi seperti ini, yang dibutuhkan timnas justru adalah persatuan dan fokus menghadapi laga hidup-mati. Azzurri tidak bisa kehilangan pemain sekaliber Bastoni, terlebih sang bek tengah dianggap sebagai pemimpin masa depan di ruang ganti Italia. Bagi Gattuso, prioritas kini adalah memastikan skuadnya tampil kompak di Bergamo pada 26 Maret mendatang. Jika Italia melangkah ke final play-off, mereka akan berhadapan dengan pemenang antara Wales dan Bosnia & Herzegovina.
Meski demikian, insiden Bastoni menjadi cerminan masalah yang lebih besar di Serie A. Musim ini, kualitas kepemimpinan wasit kerap dikritik menurun, sementara para pemain juga sering “menyundut” situasi dengan aksi teatrikal demi keuntungan di lapangan. VAR pun dianggap kerap memperumit keadaan dengan terlalu sering digunakan dalam insiden kecil, namun justru tidak bisa menolong saat terjadi pelanggaran penting seperti kasus Kalulu.
Pertandingan Inter–Juventus memang terlalu besar untuk tidak menciptakan sorotan, tapi kejadian itu seharusnya jadi momentum introspeksi bagi para pemain Italia agar lebih menjunjung nilai sportivitas. Sikap bersandiwara hanya menambah kekacauan dan menodai permainan yang seharusnya indah.
Bastoni tentu harus belajar dari kesalahan. Legenda-legenda besar seperti Baresi, Bergomi, dan Maldini dihormati bukan semata karena kemampuan mereka, tetapi karena keanggunan sikap di atas lapangan. Generasi baru seperti Bastoni kini memikul tanggung jawab yang sama—memimpin dengan teladan, bukan kontroversi.
Toh, bahkan para pendukung Juventus tak secara langsung menuntut Bastoni dihukum. Mereka lebih fokus menyoroti inkonsistensi kepemimpinan wasit dan menyerukan reformasi menyeluruh di sistem perwasitan. Artinya, situasi ini bukan hanya tentang satu pemain, melainkan soal budaya permainan di Italia yang perlu diperbaiki bersama.
Pelajaran besar lain adalah: sepak bola akan jauh lebih hidup jika wasit tidak terlalu sering menjadi pusat perhatian. Contohnya, duel Inter kontra Napoli pada Januari lalu menjadi salah satu laga terbaik musim ini karena wasit membiarkan ritme permainan mengalir tanpa banyak peluit.
Kini, yang paling penting bagi Azzurri adalah menatap ke depan. Gattuso perlu memastikan ruang ganti tetap solid, sementara para pemain menyingkirkan rivalitas klub untuk satu tujuan: lolos ke Piala Dunia. Bastoni, dengan segala kontroversinya, tetap menjadi bagian penting dari misi besar itu.
Artikel Tag: inter milan, alessandro bastoni
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/bastoni-terhindar-dari-sanksi-usai-kekacauan-inter-vs-juventus

2 hours ago
2

















































