Ayah Simoncelli Sebut Bagnaia Harus Bersyukur Dapat Tandem Selevel Marquez

14 hours ago 2

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP: Dominasi Marc Marquez pada MotoGP 2025 membuat Paolo Simoncelli tak ragu menyebutnya sebagai pebalap langka. Di saat yang sama, ia menilai Francesco Bagnaia justru seharusnya bersyukur memiliki rekan setim sekuat itu.

Gemilangnya Marc Marquez sepanjang MotoGP 2025 kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pebalap paling unik dalam sejarah. Dengan 15 podium dan 11 kemenangan Grand Prix, Marquez mengunci gelar juara dunia ketujuhnya bahkan ketika musim masih menyisakan lima seri. Catatan itu membuatnya menyamai total gelar Valentino Rossi di kelas utama.

Meski harus absen sejak insiden di Mandalika akibat cedera bahu, perolehan poin Marquez tetap tak terkejar. Dominasinya sebelum cedera membuat banyak pihak terpukau, termasuk Paolo Simoncelli, ayah mendiang Marco Simoncelli dan bos tim SIC Squadra Corse.

Paolo menilai Marquez bukan sekadar cepat, tetapi memiliki sesuatu yang hanya dimiliki sedikit orang.

“Hanya sedikit pebalap yang terlahir seperti dia,” ujar Paolo dalam wawancara dengan Motosan. “Dengan kondisi fisik yang berat pun, dia tetap mengungguli semua orang.”

Komentar itu merujuk pada perjalanan panjang Marquez sejak cedera besar tahun 2020. Waktu itu, lengannya retak parah hingga membutuhkan beberapa operasi dan membuatnya absen hampir satu musim penuh. 

Ketika kembali pun, Honda kesulitan mengembangkan motor kompetitif sehingga ia berada di situasi terburuk dalam kariernya. Rencana pensiun sempat muncul sebelum akhirnya ia memilih pindah ke Gresini Ducati pada akhir 2023.

Keputusan yang penuh risiko tersebut justru menjadi titik balik. Setelah membangun ulang dirinya bersama mesin Ducati, Marquez akhirnya bangkit menjadi juara dunia lagi bersama tim pabrikan pada 2025.

Paolo Simoncelli tak hanya mengagumi kebangkitan Marquez, tetapi juga mengingatkan bahwa kehadiran rider sekuat itu adalah kesempatan besar bagi Francesco Bagnaia. Dengan rekan setim sekaligus rival yang jauh lebih konsisten, Bagnaia seharusnya terdorong untuk berkembang.

“Bagi rival seperti Bagnaia, balapan melawan Marquez adalah perlombaan tanpa henti untuk meningkatkan diri agar tidak tertinggal,” tegas Paolo.

Namun musim 2025 justru berjalan sebaliknya. Bagnaia kesulitan mengimbangi Marquez dan mengakhiri lima balapan terakhir tanpa satu pun poin. Kontras dengan Marquez yang tampil nyaris sempurna sebelum cedera.

Menurut Paolo, kehadiran Marquez di garasi Ducati semestinya menjadi pemacu, bukan tekanan. Menurutnya Pecco harus melihatnya sebagai peluang untuk naik level, bukan ancaman.

Artikel Tag: Francesco Bagnaia, MotoGP 2025, Ducati, Marc Marquez

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/ayah-simoncelli-sebut-bagnaia-harus-bersyukur-dapat-tandem-selevel-marquez

Read Entire Article
Sports | | | |