Ligaolahraga.com -
Berita Liga Inggris: Manajer Bournemouth, Andoni Iraola, memberikan reaksi jujur dan emosional setelah timnya tersingkir secara dramatis dari Piala FA usai kalah adu penalti melawan Newcastle United di St James’ Park, Sabtu (10/1/2026). Laga putaran ketiga tersebut berakhir dengan skor 3-3 hingga perpanjangan waktu, sebelum Newcastle menang lewat babak tos-tosan.
Newcastle memastikan tiket ke putaran keempat Piala FA setelah Aaron Ramsdale menjadi pahlawan dengan menggagalkan penalti Bafode Diakite, eksekutor ke-18 dalam adu penalti yang melelahkan. Sebelumnya, Harvey Barnes sempat membawa tuan rumah unggul di dua menit terakhir babak tambahan, namun Bournemouth kembali memaksa laga berlanjut setelah Marcus Tavernier mencetak gol penyeimbang.
Bagi Bournemouth, kekalahan ini terasa sangat menyakitkan. The Cherries sejatinya hanya tinggal selangkah lagi mengamankan kemenangan di waktu normal setelah unggul lewat gol Alex Scott dan David Brooks. Namun, penalti Anthony Gordon di masa injury time membuat Newcastle menyamakan kedudukan dan memaksa laga berlanjut hingga 120 menit.
Andoni Iraola mengakui laga tersebut mencerminkan esensi sejati Piala FA, penuh drama dan perubahan momentum. “Sangat sulit. Saya rasa tidak ada pertandingan yang lebih mencerminkan Piala FA selain laga ini,” kata Iraola. “Kami sempat tertinggal, lalu unggul, lalu sangat dekat untuk menang, kemudian kebobolan di masa tambahan waktu.”
Pelatih asal Spanyol itu menilai anak asuhnya juga tampil baik di babak perpanjangan waktu, meski menyayangkan beberapa peluang emas yang gagal dimaksimalkan. “Kami bermain cukup baik di extra time. Kami punya dua peluang satu lawan satu dengan kiper lewat Alex Jimenez dan Alex Scott. Mungkin kami seharusnya bisa lebih baik,” lanjutnya. “Tapi kami tetap menemukan cara untuk mencetak gol 3-3 di akhir laga.”
Adu penalti akhirnya menjadi penentu nasib, dan Bournemouth harus mengakui keunggulan Newcastle setelah rangkaian eksekusi panjang. “Kemudian kami masuk ke adu penalti, dan kali ini kami yang tersingkir. Bahkan penalti sampai 18 kali,” ujar Iraola. “Saya bangga bisa menjadi bagian dari pertandingan ini, tapi di Piala FA yang terpenting adalah lolos ke babak berikutnya, dan sayangnya kami tidak berhasil.”
Andoni Iraola juga menyoroti kondisi fisik kedua tim yang sama-sama kelelahan setelah jadwal padat. Bournemouth baru saja meraih kemenangan dramatis atas Tottenham Hotspur di liga, sementara Newcastle United juga melewati laga berat melawan Leeds United.
“Dua tim sudah melalui pekan yang sangat berat. Bermain dengan tempo tinggi dan tuntutan fisik besar, lalu harus menjalani 120 menit lagi,” jelasnya. “Saya yakin ini pertandingan yang menghibur, tapi jelas mereka yang pulang dengan lebih bahagia.”
Bournemouth kini memiliki waktu istirahat sembilan hari sebelum kembali beraksi menghadapi Brighton di Premier League. Sementara itu, Newcastle hanya memiliki tiga hari pemulihan sebelum melakoni laga besar melawan Manchester City pada leg pertama semifinal Carabao Cup.
Artikel Tag: Andoni Iraola, Bournemouth, Newcastle United, Piala FA
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/andoni-iraola-kecewa-usai-bournemouth-tersingkir-dramatis-dari-piala-fa

10 hours ago
3

















































