Alexandra Eala Gemetar Usai Bungkam Petenis Peringkat 2 Di Berlin

3 hours ago 7

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Filipina, Alexandra Eala telah menunjukkan sejak awal karier bahwa ia memiliki bakat untuk menciptakan drama.

Di antara pertandingan maraton dan kejutan yang menakjubkan, petenis berusia 21 tahun telah membiasakan diri untuk membuat para penggemar tenis selalu tegang.

Dan ia melakukannya lagi setelah ia secara mengejutkan mampu menundukkan petenis peringkat 2 dunia, Elena Rybakina di Berlin Open musim 2026. Bangkit setelah tertinggal melalui peluang break di set pertama, ia keluar sebagai pemenang dengan memetik kemenangan 7-5, 6-4 di babak kedua yang berlangsung selama waktu 1 jam 32 menit.

Kemenangan tersebut menyamai kemenangan terbaik dalam kariernya berdasarkan peringkat sekaligus mengantarkannya menuju perempatfinal dalam debut di Berlin Open.

"Saat ini saya agak linglung," aku Eala. "Saya masih gemetar dan saya juga gemetar saat peluang match point. Tetapi tentu saja saya sangat senang dengan hasil kali ini. Hasilnya bisa saja berbeda.”

“Saya rasa ada momen-momen yang sangat menegangkan di kedua set dan ia petenis yang luar biasa. Ia yang harus dikalahkan, jadi, saya senang bisa berbagi lapangan dengannya lagi."

Itu adalah pertemuan kedua antara kedua petenis dan rekor pertemuan mereka kini imbang satu kemenangan untuk masing-masing petenis. Hasil tersebut juga menandai kemenangan kelima petenis berkebangsaan Filipina atas petenis peringkat 10 besar di sepanjang kariernya sampai saat ini -- semuanya dengan dua set langsung -- dan empat di antaranya melawan petenis peringkat 5 besar.

Pada kesempatan tersebut, perpaduan antara permainan tenis yang cerdas, keberanian, dan ketenangan di akhir pertandingan membawanya ke babak selanjutnya.

Petenis peringkat 35 dunia Eala tertinggal di set pertama setelah juara Australian Open musim 2026, Rybakina memulai pertandingan dengan performa gemilang setelah ia unggul dengan 4-1.

"Ia benar-benar memulai dengan sangat baik," tutur Eala. "Saya bisa mendapatkan beberapa poin cuma-cuma dengan servis saya dan saya pikir itu membantu. Dan juga beberapa pengembalian bola yang apik. Ia memiliki, saya tidak tahu berapa banyak ace di beberapa game pertama, jadi, saya pikir memasukkan bola ke dalam permainan sangat membantu saya."

Pendekatan tersebut membuahkan hasil. Petenis berusia 21 tahun menjaga jumlah kesalahannya tetap rendah dan memaksa Rybakina untuk mengambil lebih banyak Risiko, sebelum ia menyamakan kedudukan menjadi 4-4.

Beberapa game kemudian, Rybakina melakukan kesalahan dengan pukulan forehand-nya sehingga memberikan peluang break kepada petenis berkebangsaan Filipina untuk unggul 6-5. Petenis berkebangsaan Kazakhstan menyelamatkan satu peluang set point di game berikutnya, tetapi unforced error ke-23 yang ia lakukan memastikan kemenangan set pertama bagi petenis berkebangsaan Filipina.

Memimpin pertandingan adalah satu hal. Mempertahankan keunggulan melawan petenis sekaliber Rybakina adalah hal lain. Hal tersebut membutuhkan eksekusi tingkat tertinggi dan yang lebih penting, keberanian.

"Saya rasa, bagi saya yang kembali bermain dan permainan saya secara umum, kata kuncinya adalah berani. Itu membuat perbedaan besar ketika saya mampu melakukannya,” lanjut Eala yang mampu mempertahankan momentum di set kedua.

Eala akan berupaya menambah kemenangan penting lainnya saat menghadapi petenis unggulan keenam, Elina Svitolina di perempatfinal Berlin Open. Itu akan menjadi pertemuan pertama mereka.

Artikel Tag: elina svitolina, elena rybakina, berlin open, alexandra eala

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/alexandra-eala-gemetar-usai-bungkam-petenis-peringkat-2-di-berlin

Read Entire Article
Sports | | | |