Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Alexander Zverev tidak diragukan lagi merupakan salah satu petenis terbaik dari generasinya, tetapi ia masih belum berhasil memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam karier yang sulit diraih.
Petenis berkebangsaan Jerman diprediksi akan turun peringkat setelah dua musim secara beruntun menduduki peringkat 3 dunia.
Petenis berusia 28 tahun hanya memenangkan dua turnamen dalam dua musim sebelumnya, meskipun ia berhasil mencapai final Australian Open awal musim ini (kalah dari Jannik Sinner).
Ketidakmampuan juara Olimpiade di Tokyo tahun 2021 untuk memenangkan Grand Slam saat berada di peringkat 10 besar telah memberinya rekor tenis yang tidak diinginkan.
Bintang tenis ini secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terhebat yang belum pernah memenangkan gelar Grand Slam dan kini ia memiliki statistik yang mendukungnya.
Juara di Munich musim 2025 kini telah mencatatkan jumlah pekan terbanyak di peringkat 10 besar tanpa memenangkan Grand Slam.
Petenis yang mengantongi dua gelar ATP Finals, telah menyalip petenis seperti Tomas Berdych, David Ferrer, Nikolai Davydenko, dan Jo Wilfried Tsonga untuk petenis dengan jumlah pekan terbanyak di peringkat 10 besar, yakni 373 minggu, tanpa gelar Grand Slam.
Petenis peringkat 10 besar tanpa gelar Grand Slam | Pekan yang dihabiskan di peringkat 10 besar |
Alexander Zverev | 373 pekan |
Tomas Berdych | 358 pekan |
David Ferrer | 358 pekan |
Nikolai Davydenko | 268 pekan |
Jo Wilfried Tsonga | 260 pekan |
Petenis peringkat 3 dunia hampir memenangkan gelar Grand Slam untuk kali pertama dalam kariernya setelah ia mencapai tiga final di US Open musim 2020 (kalah dari Dominic Thiem), French Open musim 2024 (kalah dari Carlos Alcaraz), dan Australian Open musim 2025 (kalah dari Jannik Sinner).
Peluang petenis berkebangsaan Jerman untuk memenangkan Grand Slam semakin menipis, terutama karena dominasi Sinner dan Alcaraz. Meskipun demikian, ia masih memiliki hasrat untuk memenangkan Grand Slam pertama dalam kariernya.
Berbicara setelah tersingkir secara mengejutkan di babak pertama Wimbledon musim 2025, ia mengatakan ia masih termotivasi untuk memenangkan Grand Slam.
Ketika ditanya apakah ia termotivasi, ia menjawab, “Untuk memenangkan gelar besar, ya. Sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana menjawabnya, karena rasanya seperti anda akan tidur dan tidak benar-benar termotivasi untuk hari berikutnya, anda tidak benar-benar ingin bangun dan pergi bekerja.”
Zverev telah mengalami kekalahan awal dalam dua penampilan Grand Slam terakhirnya. Ia kalah di babak pertama Wimbledon dari Arthur Rinderknech dan kemudian tersingkir di babak ketiga melawan Felix Auger-Aliassime di US Open.
Artikel Tag: Tenis, australian open, US Open, alexander zverev
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/alexander-zverev-torehkan-sejarah-yang-tak-diinginkan

1 day ago
7

















































