Alexander Zverev Akui Sedikit Mabuk Usai Kemenangan Bersejarah Di Paris

3 hours ago 7

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Perjuangan terpanjang dan tersulit Alexander Zverev akhirnya mencapai tujuannya di French Open, bermusim-musim setelah ia pertama kali muncul sebagai sensasi remaja dan memenangkan gelar Masters di usia 20 tahun.

Tiga kekalahan di final Grand Slam membuat hadiah terbesar dalam olahraga ini terasa sangat sulit diraih, tetapi petenis berkebangsaan Jerman tidak pernah berhenti mendaki tangga yang diinginkannya. Sekarang, dengan gelar French Open akhirnya dalam genggamannya, ia dapat bermain dengan hati yang lebih ringan dan mungkin, merayakan momen bersejarah tersebut dengan minuman yang pantas didapatkan.

Selama konferensi pers pasca pertandingan, jurnalis Italia terkenal, Ubaldo Scanagatta mengajukan pertanyaan menarik. Ia bertanya kepada petenis berkebangsaan Jerman apa pendapatnya tentang perdebatan tenis populer yang pernah ia ucapkan. Apakah ia lebih suka dikenang sebagai petenis terburuk yang memenangkan Grand Slam atau petenis terbaik yang tidak pernah memenangkannya?

Petenis berusia 29 tahun menanggapi pertanyaan tersebut dengan humor. Tetapi kemudian, saat membahas juara Roland Garros asal Jerman dan merenungkan prestasi masa lalu, ia membuat pengakuan jujur ​​yang dengan cepat memicu tawa dari ruangan.

“Sejujurnya, saya sudah sedikit mabuk, jadi, saya lebih sering mengulang kata-kata daripada biasanya, tetapi saya akan tetap duduk di samping piala ini,” ungkap Zverev.

Komentar ringan tersebut mencerminkan betapa berartinya gelar tersebut bagi petenis peringkat 3 dunia. Perayaan tersebut terjadi setelah salah satu perjalanan terpanjang dan paling menantang di antara bintang tenis modern.

Sebagai petenis yang dua kali menjuarai ATP Finals, mengoleksi tujuh gelar Masters, dan menyabet medali emas Olimpiade di Tokyo tahun, ia telah membangun karier yang luar biasa. Tetapi, gelar Grand Slam selalu tetap hilang dari koleksinya.

Momen paling menegangkan baginya terjadi di US Open musim 2020, di mana ia hampir meraih kejayaan Grand Slam. Ia unggul dengan dua set dan satu break melawan Dominic Thiem sebelum akhirnya kalah dengan lima set yang menyakitkan.

Kekecewaan berlanjut di final French Open musim 2024. Melawan Carlos Alcaraz, ia juga dengan dua set berbanding satu sebelum petenis berkebangsaan Spanyol memperlihatkan daya juang yang luar biasa untuk bangkit dan menang dengan lima set.

Final Australian Open membawa bab menyakitkan lain pada musim 2025. Menjelang pertandingan, petenis berkebangsaan Jerman terdengar percaya diri tentang peluangnya melawan Jannik Sinner, tetapi petenis berkebangsaan Italia terbukti terlalu kuat dan mengamankan kemenangan tiga set langsung. Setelah kekalahan tersebut, ia secara terbuka mengakui apa yang telah membebani pikirannya selama bermusim-musim.

“Saya tidak ingin mengakhiri karier saya sebagai petenis terbaik sepanjang masa tanpa pernah memenangkan Grand Slam, itu sudah pasti,” tukas Zverev.

Artikel Tag: french open, alexander zverev, jannik sinner, carlos alcaraz

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/alexander-zverev-akui-sedikit-mabuk-usai-kemenangan-bersejarah-di-paris

Read Entire Article
Sports | | | |