Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Kazakhstan, Alexander Bublik seringkali menjadi sorotan karena opininya yang blak-blakan dan perilakunya yang tidak terduga di lapangan.
Baru pekan lalu, petenis peringkat 10 dunia menuai kritik setelah mengejek petenis nomor ganda dan mempertanyakan formatnya, dengan mengatakan, “Jika anda tidak tahu cara bermain di nomor tunggal, anda bermain di nomor ganda.”
Pernyataan tersebut tidak diterima dengan baik oleh banyak orang. Dan di Geneva Open musim 2026, petenis berusia 28 tahun menambahkan babak baru dalam daftar momen kontroversialnya.
Setelah meraih kemenangan tiga set atas petenis berkebangsaan Prancis, Arthur Rinderknech di perempatfinal Geneva Open, perhatian dengan cepat beralih dari hasil pertandingan itu sendiri. Selama pertandingan, dugaan penghinaan yang ia tujukan kepada lawannya, diikuti oleh selebrasi yang berlebihan, memicu reaksi negatif di media sosial dan kembali menyulut perdebatan seputar perilakunya di lapangan.
Saat Rinderknech melakukan servis pada kedudukan imbang 2-2 di set pertama, petenis berkebangsaan Kazakhstan melontarkan komentar yang kontroversial dalam bahasa Rusia mengenai petenis berkebangsaan Prancis tersebut.
“Ia orang Prancis. Dan jika ia orang Prancis, maka pada dasarnya ia seperti anak perempuan kecil yang bisa menyerah kapan saja. Tidak ada yang jantan darinya, lihat saja drinya,” seru Bublik selama pertandingan.
Karena ia berbicara dalam bahasa ibunya, baik Rinderknech maupun wasit tidak dapat memahaminya. Tetapi ia mendapatkan kritikan atas perilakunya di media sosial. Masih belum jelas apakah pihak berwenang akan mempertimbangkan komentar tersebut dan menindaklanjutinya.
Saat petenis peringkat 10 dunia memenangkan poin terakhir pertandingan, ia melampiaskan agresinya dan memukul bola dengan keras ke arah penonton. Kemenangan tersebut membuat petenis berusia 28 tahun mencatatkan 17-5 di clay-court sejak French Open musim lalu. Setelah menjalani musim yang biasa-biasa saja di clay-court sejauh ini, ia akan berupaya memenangkan gelar keduanya pada musim ini menjelang French Open.
Di semifinal Geneva Open, ia akan berhadapan dengan petenis AS, Learner Tien.
Tindakan Bublik di lapangan terhadap Rinderknech bukan hal yang mengejutkan. Saat kalah dari Dominic Thiem di US Open musim 2023, ia terdengar di kamera mengucapkan kata-kata kasar dalam bahasa Rusia, mengungkapkan kekecewaannya atas kembalinya mantan petenis berkebangsaan Austria setelah cedera. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras.
Ia bahkan pernah berselisih dengan Corentin Moutet di sebuah turnamen yang digelar di Arizona pada musim 2025. Ia juga melontarkan kata-kata kasar serupa baru-baru ini.
Artikel Tag: geneva open, alexander bublik, arthur rinderknech
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/alexander-bublik-hina-lawan-di-jenewa-sebelum-lempar-bola-ke-arah-penonton

6 hours ago
7

















































