Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkap alasan pihaknya menunjuk Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KG-PA) Tedjowulan sebagai penanggung jawab Keraton Solo.
Keputusan itu tertuang lewat SK Nomor 8 tahun 2026 yang menetapkan Gusti Tedjo, sapaan akrab Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional.
Fadli menegaskan pemerintah tak ikut campur pada konflik internal atau dualisme kepemimpinan Keraton Solo. Namun, sebagai cagar budaya, pemerintah tetap harus menunjuk penanggung jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kan karena mereka juga mendapat bantuan dari pemerintah, harus ada penanggung jawabnya tidak bisa bantuan itu diserahkan kepada pribadi seperti yang selama ini terjadi," ujar Fadli usai rapat di Komisi X DPR, Rabu (21/1).
"Kita tidak ingin nanti bantuan-bantuan ini juga diselewengkan gitu karena ini uang rakyat uang yang harus dipertanggungjawabkan," imbuhnya.
Dia mengaku tak ingin bantuan masyarakat kepada Keraton Solo lewat alokasi anggaran pemerintah diselewengkan. Sejumlah titik cagar budaya di Keraton Solo, menurutnya, akan mendatangkan ribuan turis jika dikelola dengan baik.
"Karena saya bayangkan, bisa ribuan orang turis datang ke sana kalau ini diperbaiki dengan baik, dengan manajemen yang profesional dan tidak ada perebutan, perselisihan seperti yang terjadi belakangan ini, ini yang kita harapkan," ujarnya.
Menurut Fadli, penunjukan Gusti Tedjo telah dilakukan atas sejumlah pertimbangan. Dia meyakini Gusti Tedjo bisa menjadi mediator konflik keluarga Keraton.
Apalagi, Tedjowulan juga pernah menjabat sebagai Pakubuwono XIII sebelum kemudian digantikan kakaknya pada 2012. Pada 2017, Gusti Tedjo juga pernah menjadi Maha Menteri bagi kakaknya.
"Jadi sudah mengerti, paham situasi, dan juga senior yang dituakan. Jadi kita berharap kepada Panembaan Agung Tedjowulan menjadi mediator, fasilitator untuk rembuk keluarga besar dari keraton kesunanan Surakarta," ujar Fadli.
Sebelumnya, kubu Pakubuwono XIV Purbaya memprotes penyerahan penunjukan Gusti Tedjo sebagai Pelaksana Pelestarian dan Pemanfaatan Keraton Surakarta. Pengageng Sasana Wilapa versi PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbai mengklaim pihaknya sama sekali tidak dilibatkan dalam penerbitan SK tersebut.
Dalam acara itu, Fadli menyebut Tedjowulan sebagai pemimpin Keraton Solo.
"Untuk kepemimpinan Keraton saat ini pelaksananya Panembahan Agung Tedjowulan," kata Fadli Zon.
(thr/isn)

3 hours ago
3

















































