Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Flavio Cobolli merayakan momen besar tenis Italia, memuji pengaruh Jannik Sinner, dan mengaku bahwa ia mengenang kembali kemenangan bersejarah di Davis Cup setiap malam.
Petenis berkebangsaan Italia terus melangkah dengan mantap dalam perkembangannya di turnamen ATP dan pekan ini ia membuktikannya di turnamen ATP level 500, Munich Open. Ia melenggang ke perempatfinal, di mana ia akan menghadapi petenis berkebangsaan Belgia, Zizou Bergs, dalam ujian penting lainnya di musim yang telah memberinya kabar baik, termasuk memenangkan gelar turnamen ATP level 500 keduanya di Acapulco.
Sekarang, dengan musim clay-court yang tengah berlangsung, petenis peringkat 16 dunia ingin terus maju di permukaan yang ia rasa sangat dekat dengan identitas tenisnya. Ia menjalani tahap ini dengan kesadaran bahwa ia dapat terus berkembang dan bahwa momen besar tenis Italia juga berfungsi sebagai dorongan.
Di antara Sinner, Davis Cup, dan nama-nama baru lainnya, Italia telah menjadikan kesuksesan sebagai kebiasaan, sesuatu yang dianalisis ptenis berusia 23 tahun dengan alami dan bangga.
Dalam wawancara dengan Eurosport Jerman, mantan petenis peringkat 13 dunia menyampaikan salah satu pernyataan paling kuat ketika membahas dampak yang diberikan Sinner pada dunia tenis Italia dan bagaimana hal tersebut bahkan mengubah persepsi hasil.
“Saya membaca wawancara di mana Lorenzo mengatakan bahwa itu mengurangi tekanan pada kami karena, dengan Jannik, kami memiliki seseorang yang memenangkan turnamen hampir setiap pekan. Itu benar,” ungkap Cobolli.
Dari situ, petenis berusia 23 tahun membahas bagaimana tingkat tuntutan eksternal meningkat setelah begitu banyak kesuksesan.
“Saat ini, jika anda mencapai perempatfinal Grand Slam, seringkali di kandang sendiri, itu dianggap hal yang normal. Dan itu memalukan,” aku Cobolli.
“Semua orang telah melihat bahwa Italia telah memenangkan Davis Cup sebanyak tiga kali berturut-turut dan bahwa saya memenangkan gelar di Acapulco. Perlu ditegaskan, kami sangat senang dengan situasi ini dan dengan kesuksesan ini. Sungguh fantastis bahwa keadaan seperti ini.”
Topik besar lain dalam percakapan adalah Davis Cup, sebuah kenangan yang tetap sangat jelas dalam rutinitasnya sebelum bertanding.
“Saya menonton video itu lagi malam sebelum setiap pertandingan, itu masih membuat saya merinding. Kami membuat sejarah, dengan Matteo Berrettini di sana bersama kami. Apa yang terjadi tidak dapat dijelaskan hanya dengan satu kata,” lanjut Cobolli.
Di Munich Open, ia akan kembali menghadapi Bergs, salah satu lawan yang sudah ia kalahkan di pekan bersejarah Davis Cup tersebut. Meskipun hasil yang diraihnya sudah menunjukkan bahwa ia adalah petenis yang sangat komplet, ia tidak menyembunyikan di mana ia merasa paling nyaman dengan menyatakan, “Saya tumbuh di clay-court, di situlah saya merasa paling nyaman.”
Cobolli juga menatap masa depan dengan ambisi yang sama seperti yang telah ia tunjukkan dalam membangun perkembangannya selama beberapa bulan ini, “Saya selalu ingin berkembang, seperti Jannik.”
Artikel Tag: davis cup, munich open, jannik sinner, flavio cobolli
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/aksi-jannik-sinner-kurangi-tekanan-bagi-petenis-lain-klaim-flavio-cobolli

5 hours ago
7

















































