2 Pendaki Cerita Detik-detik Pesawat ATR 42-500 Jatuh

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Dua pendaki, Reski (20) dan Muslimin (18), mengungkap cerita mendebarkan detik-detik pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (17/1).

Reski dan Muslimin menyaksikan langsung detik-detik jatuhnya Pesawat ATR 42-500. Reski mengaku kaget pengalaman pertamanya ke Gunung Bulusarung justru harus menyaksikan insiden nahas jatuhnya Pesawat ATR 42-500.

"Baru pertama kali di Bulsar [Bulusaraung]. Temanku saja bilang kayak mimpi saya rasa. Kaget begitu. [Temanku] langsung reflek tarik. Temanku baru juga ke Bulsar," ujar Reski kepada detikSulsel, Minggu (18/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reski mengatakan insiden bermula ketika dirinya bersama Muslimin baru saja sampai di puncak pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 12.30 WITA. Kebetulan saat itu, hanya ada mereka berdua di puncak, sementara pendaki lain masih di jalur pendakian.

"Kejadian kurang lebih jam satu, kalau tidak setengah satu," kata Reski.

Saat itu kondisi cuaca di puncak memang sedang kurang bersahabat. Kondisi puncak gunung yang berkabut dan angin kencang membuat Reski dan Muslimin sempat mencari perlindungan.

Ketika keduanya duduk-duduk santai di puncak, kemudian terdengar suara pesawat dari jauh. Suara itu pun perlahan semakin mendekat, sehingga Reski dan Muslimin mengira pesawat itu melintas di atas puncak Gunung Bulusaraung.

"Saya duduk-duduk sama temanku di atas puncak. Baru ada suara pesawat dari jauh. Tidak tahu arah dari mana itu. Baru semakin mendekat. Saya kira kayak pesawat lewat, ternyata semakin dekat suaranya," tutur Reski.

Beberapa saat kemudian, Reski dan Muslimin melihat ledakan di balik kabut yang menyelimuti puncak saat itu. Dia menyaksikan langsung api yang menyala dan suara ledakan besar dari pesawat itu hingga serpihannya mengarah kepada mereka.

"Terus itu kan makin mendekat suara, baru saya lihat kayak meledak, langsung ada api, berhamburan ke atas juga. Baru di situ serpihannya hampir kena saya, karena terbang ke atas," ucap Reski.

"Baru itu temanku reflek tarik sembunyi di tugu-tugunya [puncak]. Baru di situ langsung saya video yang masih ada api-apinya. Pasnya masih di puncak itu dua orang saja melihat pas meledak," sambung pemuda asal Pangkep ini.

Setelah insiden pesawat jatuh itu, Reski dan Muslimin masih sempat menunggu sekitar dua jam di puncak. Mereka ingin melihat kondisi dengan jelas sambil menunggu kabut hilang.

"Pertamanya tinggal dulu di atas karena mau tunggu semoga terbuka kabut. Baru di situ jam dua, setengah tiga, masih belum. Jadi sekali pulang saja. Tapi ada di situ pendaki lain. Dia dengar dari bawah. Tidak dapat kejadian tapi dengar juga," ujar Rski.

Reski dan Muslimin setelah turun dan sampai ke basecamp kemudian memperlihatkan video kejadian yang mereka lihat di puncak. Namun petugas awalnya belum meyakini jika serpihan yang ia lihat adalah milik pesawat jatuh.

"Pas di basecamp itu panitianya kayak belum percaya. Tapi pas liat postingan ada pesawat hilang kontak [baru percaya]. [Suara ledakan] tidak kedengaran mungkin. Baru di situ saya posting di IG, jadi ramai," kata Reski.

Lengkapnya baca di sini.

(har)

Read Entire Article
Sports | | | |